Saturday, December 19, 2009

The Great Queen Seon Deok Episode 20 - 22



The Great Queen Seon Deok Episode 20



Meski sudah dicegah, Deokman (Lee Yo-won) tetap nekat membeberkan siapa pemilik belati Raja Jinheung. Sebelum Deokman sempat bicara, Putri Cheonmyeong (Park Ye-jin) dengan air mata berlinang mendahului dengan memberitahu Ratu Maya siapa sang nangdo sebenarnya.

Begitu mendengar kalau Deokman adalah saudara kembar Putri Cheonmyeong, mata Ratu Maya (Yoon Yoo-sun) langsung membelalak. Dengan gugup, Deokman terus meminta maaf karena semula menganggap semuanya adalah lelucon Putri Cheonmyeong untuk menghukumnya. Namun demi melihat ekspresi sang putri dan ratu, Deokman sangat terpukul.

Deokman langsung menepis tangan Ratu Maya yang memegangnya, dan buru-buru pergi dari tempat itu. Dibelakangnya, Ratu Maya menangis meraung-raung sambil ditenangkan Putri Cheonmyeong. Sementara itu, Yushin (Uhm Tae-woong) berusaha menenangkan Deokman yang masih tidak bisa menerima kenyataan kalau dirinya adalah putri raja.

Setelah keadaan mulai tenang, Putri Cheonmyeong mendekati Deokman dan menceritakan tentang ramalan kuno kerajaan Shilla dan rencana Mishil menggunakan ramalan tersebut untuk menguasai tahta. Penuturan tersebut membuat Deokman semakin sedih, ia memutuskan untuk pergi sejauh mungkin namun Yushin mencegahnya.

Melihat Deokman histeris, Yushin buru-buru memeluk sambil menghiburnya. Setelah Deokman sedikit tenang, Yushin mengajaknya ke tebing dimana ia biasa menenangkan diri. Begitu Yushin pergi menjauh, Deokman melampiaskan beban dihatinya dengan menangis sekencang-kencangnya.

Di istana, Putri Cheonmyeong dan Ratu Maya menyembunyikan apa yang terjadi dari Raja Jinpyeong (Jo Min-ki). Pelan-pelan keduanya mulai bisa mereka-reka apa yang terjadi mulai dari munculnya Sohwa (Seo Young-hee) di istana hingga keterlibatan Chilseok (Ahn Kil-kang).

Satu-persatu tabir rahasia mulai terungkap, Seolwon (Jun Noh-min) mengutus Seokpum (Hong Kyung-in) untuk menyelidiki siapa yang berhasil menyusup masuk ke balai pertemuan istana. Begitu ketahuan kalau pelakunya adalah Jukbang (Lee Moon-shik), anggota klan Kembang Naga itu langsung diciduk dan diinterogasi sambil disiksa.

Tidak tahan disiksa, Jukbang akhirnya menyebut nama Deokman. Sebelum dirinya sempat bicara lebih banyak, muncul pasukan pimpinan penasehat Eulje (Shin Goo) dan Kim Seohyeon (Ju Sung-mo) yang langsung mengambil-alih penyelidikan.

Di puncak tebing air terjun, Putri Cheonmyeong berusaha menghibur Deokman. Namun, sang nangdo memutuskan untuk kembali ke padang pasir karena kehadirannya hanya membuat masalah di Seorabol. Ucapan itu keruan saja membuat Putri Cheonmyeong terpukul, karena ia menganggap Deokman adalah salah satu pilar kekuatannya.

Sikap Deokman yang sembrono membuat Yushin marah, ia meminta Deokman untuk bertahan dan menghadapi jalan hidupnya yang baru dengan gagah-berani sesuai dengan semangat klan Kembang Naga. Dengan wajah serius Yushin menyebut bahwa selama Deokman tidak pergi, pria itu berjanji bakal membantu Deokman sekuat tenaga.

Fakta kalau Deokman berada dibelakang kasus penyusupan di balai pertemuan istana membuat Putri Cheonmyeong dipanggil ke hadapan Raja Jinpyeong dan penasehat Eulje. Meski wajahnya pucat, Putri Cheonmyeong mengaku tidak tahu apa-apa.

Saat berada dikediamannya, Putri Cheonmyeong dikejutkan oleh kemunculan mendadak Deokman. Rupanya, Deokman memutuskan untuk menuruti permintaan Putri Cheonmyeong untuk tinggal sementara di Gunung Joongak sambil menunggu keadaan tenang.

Setelah memanggil Yushin, Eulje memerintahkan Alcheon (Lee Seun-hyo) dan Imjong (Kang Ji-hoo) untuk meringkus Deokman. Baru saja keduanya bergerak, tiba-tiba mereka melihat Yushin menarik Deokman ke atas kuda. Saat dicegat, Yushin malah memacu kudanya sekencang mungkin.

Bisa ditebak, akhirnya terjadi kejar-kejaran antara Yushin-Deokman dan Alcheon-Imjong. Di saat yang sama, penglihatan Chilseok, yang membuka perban matanya, sudah pulih. Secara tidak sengaja, ia melihat Yushin dan Deokman, dan sangat terkejut begitu melihat wajah Deokman yang tidak asing lagi baginya.


The Great Queen Seon Deok Episode 21




Memacu kuda sekencang-kencangnya, Yushin (Uhm Tae-woong) berhasil lolos dari kejaran Alcheon (Lee Seung-hyo) dan Imjong (Kang Ji-hoo). Pulang dengan tangan hampa, Alcheon memberanikan diri bertanya pada Eulje (Shin Goo), namun sang penasehat raja hanya bungkam.

Sadar kalau apa yang dilihatnya sangat penting, Chilseok (Ahn Kil-kang) langsung melaporkan ke Mishil (Go Hyeon-jeong) kalau putri bungsu Raja Jinpyeong (Jo Min-ki) ada di Seorabol. Ucapan itu keruan saja membuat Mishil kaget, namun Sejong (Dok Go-young) menyangka bahwa apa yang dilihat Chilseok hanyalah halusinasi.

Barulah ketika Chilseok menyebut putri tersebut bernama Deokman, semua langsung terkejut terutama Mishil, yang langsung meminta semua yang hadir : Sejong, Seolwon (Jun Noh-min), Misaeng (Jung Woong-in), dan Hajong (Kim Jung-hyun) untuk tidak bicara sepatah katapun karena dirinya perlu konsentrasi untuk memikirkan langkah selanjutnya.

Gagal mendapat penjelasan yang memuaskan, Eulje (Shin Goo) berusaha mencari tahu tentang apa yang terjadi dengan menginterogasi Jukbang (Lee Moon-shik) dan Godo (Ryu Dam). Begitu melihat Sohwa, yang meski masih belum bisa bicara namun ekspresinya sangat kentara begitu nama Deokman disebut, Eulje langsung bisa menebak apa yang terjadi.

Berhasil menghentikan kurir yang dikirim oleh Yushin, Eulje harus berhadapan dengan Putri Cheonmyeong (Park Ye-jin), yang marah besar saat tahu sang penasehat berusaha mencelakai Deokman.

Dengan wajah serius, Eulje menyebut bahwa apa yang dilakukannya adalah demi mempertahankan kekuasaan Raja Jinpyeong. Siapa sangka, ucapannya soal identitas Deokman yang sebenarnya terdengar oleh sang raja, yang kebetulan datang ke kediaman Putri Cheonmyeong. Bisa dibayangkan, bagaimana marah dan kagetnya Raja Jinpyeong.

Begitu mendengar kalau Sohwa ditahan di bagian interogasi yang dikuasai Eulje, Mishil memerintahkan Seolwon untuk mengambil paksa sang dayang istana dengan cara apapun. Tidak cuma itu, ia juga meminta seluruh jajarannya untuk mengawasi tindak-tanduk pihak yang dekat dengan Deokman untuk mengetahui keberadaan sang nangdo.

Sadar kalau pihak yang mengincar Deokman adalah suruhan Eulje, yang bertindak tanpa persetujuan Raja Jinpyeong, Yushin mengutus anak buahnya Daepung (Park Young-seo) untuk meminta bantuan Kim Seohyeon (Ju Sung-mo).

Siapa sangka, tak lama kemudian Kim Seohyeon dikunjungi oleh Eulje yang meminta dua hal pada sang ipar raja : membawa pulang kepala Deokman. Sebagai imbalannya, Yushin bakal dinikahkan dengan Putri Cheonmyeong yang memang memerlukan pendamping.

Perseteruan antara kubu Seolwon dan Eulje tidak bisa dihindari ketika balai interogasi diserbu dan Sohwa bersama Jukbang-Godo diambil paksa. Dengan santai, Seolwon menyebut Sohwa sebagai wanita yang dicurigai sebagai mata-mata kerajaan Baekje sehingga Eulje tidak bisa berbuat apa-apa.

Dalam pelarian, Yushin dan Deokman (Lee Yo-won) yang tengah bersembunyi di sebuah gua bertemu dengan seorang pria eksentrik. Pria tersebut, yang bernama Bidam (Kim Nam-gil), ternyata mendapat tugas dari gurunya untuk mencari tanaman jahe liar untuk mengobati penduduk dari wabah yang tengah melanda.

Perkenalan Yushin dan Bidam dimulai ketika sang hwarang yang kelaparan meminta sepotong ayam bagi dirinya dan Deokman. Sebagai imbalannya, Bidam meminta ikat kepala Yushin yang berfungsi sebagai tanda pengenal klan Kembang Naga.

Setelah membawa Deokman ke tempat yang aman, Yushin menemui ayahnya Kim Seohyeon. Siapa sangka, sang ayah tengah bersiap untuk menuruti perintah Eulje untuk membunuh Deokman. Sadar kalau nyawa Deokman dalam bahaya, Yushin langsung pergi.

Dugaannya benar, gubuk Deokman telah dikepung oleh segerombolan pria berpakaian sipil. Siapa sangka saat keadaan semakin genting, muncul Bidam yang ternyata lebih dari sekedar pria biasa.


The Great Queen Seon Deok Episode 22




Dengan wajah penuh darah, Bidam (Kim Nam-gil) tersenyum sinis melihat musuhnya lari terbirit-birit. Sikapnya yang tidak bisa ditebak membuat Yushin (Uhm Tae-woong) yang baru tiba salah sangka, keduanya nyaris terlibat pertarungan kalau saja Deokman (Lee Yo-won) tidak melerai.

Setelah menyerahkan baju tempurnya, sebagai ganti ikat kepala yang digunakan untuk membayar makanan, Yushin bergegas mengajak Deokman meninggalkan gubuk persembunyian. Namun, keduanya tidak sadar kalau mata-mata Kim Seohyeon (Ju Sung-mo) terus menguntit dan mengabarkan perkembangan yang terjadi pada sang majikan.

Begitu sampai di desa, Yushin melihat sekelompok hwarang tengah sibuk dan sadar bahwa Mishil juga tengah mengincar Deokman. Karena hampir semua jalan keluar diblokir, satu-satunya kesempatan bagi mereka adalah pergi ke desa Yangji yang tengah dilanda wabah misterius.

Kedatangan Yushin dan Deokman di desa Yangji bertepatan dengan saat Bidam (Kim Nam-gil) tengah dimarahi oleh gurunya, yang rupanya sudah hapal dengan watak muridnya yang tidak pernah melakukan segala sesuatu tanpa pamrih.

Penuturan Deokman dan Yushin yang membenarkan penjelasan Bidam membuat pria setengah baya yang ternyata adalah Munno (Jung Ho-bin) tersebut akhirnya mengalah, namun ia tetap memerintahkan sang murid untuk mencari bahan obat-obatan sebelum semuanya terlambat. Tidak cuma itu, Munno juga meminta Yushin dan Deokman untuk meninggalkan desa Yangji.

Saat tengah mencari akar jahe liar, sosok Bidam terlihat oleh Seolwon (Jun Noh-min). Dengan iming-iming memberi apa yang dicari Bidam, Seolwon mengajukan satu syarat : pria berpenampilan seperti gelandangan itu harus menyerahkan Deokman sebagai imbalannya.

Memutuskan untuk tinggal membantu Munno, tanpa tahu siapa pria itu sebenarnya, Yushin dijebak oleh Bidam hingga terkurung di kandang yang sempit. Tidak memperdulikan teriakan penuh amarah dari pria itu, Bidam mengikat Deokman yang rencananya bakal diserahkan ke Seolwon.

Dengan wajah dingin, Bidam menyebut bahwa Deokman bakal menyelamatkan ratusan orang yang tengah terjangkit penyakit. Ucapan itu membuat mental Deokman semakin ambruk, ia sadar bahwa bila dirinya sudah tidak ada, keadaan akan lebih baik bagi semua orang.

Di Seorabol, kabar ditangkapnya Deokman membuat kubu Mishil (Go Hyeon-jeong) begitu gembira. Saat tinggal sendiri, Mishil diingatkan oleh Pendeta Seori (Song Ok-sook) tentang ramalan bintang biduk. Dengan senyum sinis, Mishil menyebut tidak percaya akan segala bentuk ramalan.

Pergolakan politik istana makin panas setelah Sejong menggelar rapat kabinet darurat. Seperti yang bisa ditebak, rapat tersebut membahas soal putri kembar Raja Jinpyeong (Jo Min-ki). Tidak sekedar asal bicara, Sejong menghadirkan bukti hidup berupa Chilseok (Ahn Kil-kang). Setelah pengambilan suara yang dimenangi kubu Sejong, Chilseok akhirnya menuturkan semua yang dialaminya selama 20 tahun.

Setelah hari berganti, Bidam menggiring Deokman ke tempat dimana ia berjanji bakal bertemu Seolwon. Di perjalanan, Bidam baru sadar kalau sang tawanan selama diikat menggenggam belati Raja Jinheung. Sudah tentu ia heran, pasalnya dengan belati tersebut Deokman bisa meloloskan diri namun hal itu tidak dilakukan.

Rupanya Deokman punya rencana lain, ia berhasil meyakinkan Bidam untuk membiarkan dirinya memegang belati Raja Jinheung. Sesuai perjanjian, Bidam akhirnya menyerahkan Deokman ke tangan Seolwon dengan imbalan beberapa peti akar jahe liar. Namun sepanjang perjalanan pulang, pikiran Bidam melayang pada sikap aneh Deokman yang seolah pasrah.

Begitu menceritakan apa yang terjadi pada sang guru, Munno langsung marah besar dan membentak Bidam sambil menyebut kalau nyawa manusia terlalu berharga untuk ditukar dengan apapun termasuk nyawa manusia lain. Ketika sibuk membantah, Bidam tiba-tiba teringat sesuatu dan langsung berpamitan untuk mengejar rombongan yang menahan Deokman.

Usaha Deokman untuk bunuh diri dengan menggunakan pisau Raja Jinheung gagal, namun tiba-tiba muncul Bidam. Menyebut telah berubah pikiran dan bakal membebaskan Deokman, ucapan Bidam langsung ditertawakan oleh Bojong (Baek Do-bin) dan Seokpum (Hong Kyung-in).

Hanya meringis karena diremehkan, Bidam langsung menghunus pedangnya dengan satu gerakan cepat. Dikeroyok oleh belasan orang berkemampuan tinggi, tiba-tiba dari belakang muncul Yushin yang berhasil membebaskan diri. Kini, semuanya tergantung Yushin dan Bidam untuk menolong Deokman.

0 comments:

Post a Comment