
The Great Queen Seon Deok Episode 14
Di istana, utusan dari China disambut oleh Raja Jinpyeong (Jo Min-ki). Suasana sempat memanas ketika permintaan barter kerajaan Shilla ditolak mentah-mentah, pasalnya barang yang diincar adalah buku kalender yang ketika itu merupakan harta yang tak ternilai.
Saat tengah mengamati para pedagang yang memasuki Seorabol, Deokman (Lee Yo-won) diingatkan oleh Yushin (Uhm Tae-woong) supaya menjalankan misi rahasianya dengan sangat hati-hati supaya nama Putri Cheonmyeong (Park Ye-jin) tidak ikut terseret.
Ucapan itu membuat Deokman meradang, ia langsung membalas ucapan Yushin dengan menyebut sang atasan seolah terus mencari kesalahannya. Keduanya sempat terlibat adu mulut seru yang membuat Putri Cheonmyeong tersenyum lebar.
Kembali ke Seorabol setelah belasan tahun, Chilseok (Ahn Kil-kang) ternyata membawa seseorang : Sohwa (Seo Young-hee). Rupanya saat terjadi badai pasir, Chilseok berhasil menyelamatkan Sohwa, dan sejak itu tidak terpisahkan dari mantan dayang istana tersebut.
Ketika tengah mengendap-ngendap ke dalam kediaman para pedagang, Deokman tertangkap basah oleh Bojong (Baek Do-bin). Untungnya gadis itu cerdas, ia beralasan hendak menanyakan menu masakan yang bakal disajikan kepada para pedagang.
Begitu melihat para pedagang hendak mendiskusikan masalah penting, Deokman berinisiatif memecahkan pot bunga supaya ada alasan untuk menguping pembicaraan. Dengan kemampuannya menguasai berbagai bahasa, sudah tentu tidak sulit bagi Deokman untuk mengerti arah pembicaraan para pedagang yang dipimpin Tuan Jang.
Setelah semuanya pergi, pedagang lain bernama Hasha mengeluarkan barang yang selama ini menjadi incaran Mishil : bunga Sadaham. Di kediamannya, Mishil (Go Hyeon-jeong) sudah mewanti-wanti Misaeng (Jung Woong-in) bahwa berapapun harganya, ia harus memiliki bunga Sadaham yang selama ini sudah ditunggu-tunggu kehadirannya.
Untuk mengetahui seperti apa bunga Sadaham, Deokman berhasil membujuk Jukbang (Lee Moon-shik) untuk menggunakan keahliannya mencuri. Tanpa kesulitan, Jukbang berhasil merebut kunci kamar Tuan Jang saat sang pedagang pergi ke kamar kecil.
Rencana pertemuan rahasia antara Tuan Jang, yang membawa bunga Sadaham, dan Mishil diam-diam menarik perhatian dua kubu sekutunya : Sejong (Dok Go-young) dan Seolwon (Jun Noh-min). Diam-diam, keduanya mengutus putra masing-masing untuk membuntuti Tuan Jang. Dasar apes, keduanya malah tertangkap basah oleh Mishil sendiri.
Ketika Mishil tengah melakukan negosiasi pembelian bunga Sadaham, yang ternyata adalah sebuah buku, Deokman diam-diam menyelinap masuk ke kamar Tuan Jang. Saat membuka sebuah kotak, Deokman sangat kaget melihat barang-barang miliknya saat tinggal di gurun termasuk plakat bertuliskan nama Sohwa ada disitu.
Dengan tubuh menggigil, ingatan Deokman langsung melayang ke masa silam. Keluar dari ruangan secara terburu-buru, sehingga Jukbang dan Godo (Ryu Dam) bingung, Deokman langsung mengurung diri dikamarnya.
Setelah menuntaskan traksaksi bunga Sadaham, Mishil melakukan tugas berikutnya : menegur langsung Sejong dan Seolwon. Dengan suara tinggi, Mishil menyebut bahwa yang dilakukan dua pria itu sama saja berusaha untuk menjadi Mishil kedua. Dan bila itu terjadi, mereka hanya perlu membunuh Mishil yang asli.
Ucapan itu sukses membuat kedua kubu langsung buru-buru meminta maaf. Sikap dingin Mishil tersebut ternyata diikuti oleh sikap mesranya pada Sejong, sang suami, dan Seolwon, sang kekasih gelap, di malam harinya.
Paginya, Mishil terkejut saat diberikan kotak berisi bungkus bayi kembar Raja Jinpyeong dan plakat bertuliskan nama Sohwa. Mulutnya langsung ternganga begitu mendengar bahwa kotak itu diberikan oleh seseorang bernama Chilseok, ia langsung memerintahkan supaya Chilseok bisa dibawa kehadapannya.
The Great Queen Seon Deok Episode 15

Ditemani Misaeng (Jung Woong-in), Mishil (Go Hyeon-jeong) dan pengiringnya berjalan terburu-buru ke suatu tempat. Diam-diam, Deokman (Lee Yo-won) mengikuti dari belakang. Malang bagi sang nangdo, aksinya ketahuan oleh putra Misaeng sekaligus pengawal Mishil yaitu Daenambo (Ryu Sang-wook).
Ditarik paksa untuk masuk, Deokman sudah dibuat menggigil oleh tebakan Mishil yang sudah bisa menebak kalau sang nangdo tengah melacak keberadaan bunga Sadaham. Namun dugaan Mishil sedikit meleset : Deokman bukan ketakutan akibat mengira buku yang dipegang Mishil adalah bunga Sadaham, melainkan karena sadar kalau buku tersebut adalah miliknya.
Mulai sadar kalau Chilseok (Ahn Kil-kang) dikirim oleh Mishil, Deokman hanya terdiam saat wanita itu menyindir kesetiaannya pada Putri Cheonmyeong (Park Ye-jin). Dengan suara penuh keyakinan, Mishil menyebut pada dasarnya manusia adalah jahat. Keberhasilan Deokman dalam menjawab membuat Mishil terkesan, ia sempat meminta sang nangdo untuk bekerja untuknya.
Begitu Deokman menolak, Mishil dengan santai menyuruhnya keluar. Ucapan itu membuat Misaeng terperangah, namun Mishil menyebut potensi Deokman yang begitu besar membuatnya tidak tega membunuh 'pemuda' itu terlalu cepat. Rupanya, diam-diam Mishil punya strategi untuk menarik Deokman.
Paginya saat bangun, Deokman dikejutkan oleh kemunculan Seokpum (Hong Kyung-in) di markas klan Kembang Naga yang menyerahkan surat dari Mishil. Keruan saja semuanya terkejut, Deokman yang tidak sadar kalau dirinya dijebak masuk ke dalam kamar untuk membaca pesan yang disebut-sebut Seokpum sebagai jawaban Mishil dari pertanyaan sang nangdo di malam sebelumnya.
Tak lama kemudian, Yushin (Uhm Tae-woong) muncul dan meminta Deokman menunjukkan surat dari Mishil. Dengan wajah bingung, Deokman menyerahkan surat sambil menyebut ada sejumlah kejanggalan. Sikap polos nangdo itu malah disalahartikan oleh Yushin, ia mengira Deokman sengaja mengaburkan sejumlah huruf di surat.
Dalam waktu singkat, kecurigaan kalau Deokman telah berpindah ke pihak Mishil menyebar dengan cepat. Tidak cuma di kalangan hwarang, gosip meresahkan tersebut juga tengah jadi pembicaraan di kalangan bangsawan istana. Dengan susah-payah, Putri Cheonmyeong berusaha membela Deokman.
Dengan usaha keras, Bojong dan Seokpum berhasil menemukan Chilseok, yang sudah berniat meninggalkan Seorabol untuk hidup tenang bersama Sohwa (Seo Young-hee). Sempat terjadi pertempuran sengit, Chilseok yang begitu hebat ternyata punya kelemahan : pandangan matanya sudah kabur.
Disinilah keistimewaan Mishil yang membuatnya disegani para anak buah terlihat : ia benar-benar meneteskan air mata melihat penderitaan Chilseok. Tanpa ragu-ragu, Mishil membawa Chilseok kembali ke Seorabol dan setelah mendengar cerita sang mantan pengawal, bertekad untuk bisa kembali membuat Chilseok melihat secara normal seperti sebelumnya.
Kebingungan oleh sikap rekan-rekannya yang terlihat agak menjauh, Deokman melakukan kesalahan ketika tengah mengamati Tuan Jang dan para pedagang : ia langsung mematuhi perintah Tuan Jang yang berbicara dalam bahasa Latin. Keruan saja, rahasianya yang selama ini bisa berbicara tidak hanya dalam bahasa Gyerim terbongkar.
Keadaan Deokman makin tersudut ketika dirinya diminta menemui Misaeng dikediaman sang pejabat istana, nangdo itu kebingungan ketika dirinya hanya diminta duduk diam tanpa bicara apa-apa. Yushin yang tidak tahan lagi langsung menuduhnya telah tergiur oleh uang Misaeng, dan adu mulut sengit terjadi antara keduanya.
Tidak ada pilihan lain bagi Deokman kecuali datang ke tempat Mishil, dengan cepat ia menyatakan siap melayani wanita penuh tipu-daya itu. Permintaan awal Mishil hanya satu : Deokman diminta untuk datang pada malam hari untuk menerjemahkan buku berbahasa Latin yang diberikan oleh Chilseok.
Baru saja keluar, tiba-tiba Deokman ditarik oleh dua orang misterius yang ternyata adalah bawahan Putri Cheonmyeong. Dihadapkan dengan sang putri yang didampingi Yushin, akhirnya baru ketahuan bahwa Deokman ternyata sudah bisa membaca strategi Mishil dan hanya pura-pura menyeberang ke kubu musuh bebuyutan Putri Cheonmyeong itu.
Setelah diberitahu tentang apa yang harus dilakukan, Deokman berjalan ke kediaman Mishil untuk menjalankan tugasnya. Siapa sangka ditengah jalan, ia bertabrakan dengan seseorang berperawakan tinggi besar. Mata Deokman langsung terbelalak ngeri saat sadar siapa orang itu : Chilseok.
The Great Queen Seon Deok Episode 16

Sempat menanyakan apakah Deokman (Lee Yo-won) tidak apa-apa, Chilseok (Ahn Kil-kang) langsung pergi terburu-buru begitu mendengar suara-suara orang mencarinya. Rupanya, kehebohan disebabkan oleh menghilangnya Sohwa (Seo Young-hee), yang belakangan bisa ditemukan kembali.
Belum tahu kalau ibunya masih hidup, Deokman cuma bisa termenung sambil meneteskan air mata, ia sadar kalau Mishil-lah yang mengirim Chilseok untuk memburunya saat di padang gurun. Semakin penasaran tentang jati dirinya, Deokman mendatangi Putri Cheonmyeong (Park Ye-jin) untuk menceritakan apa yang terjadi. Secara tidak sengaja, sang putri melihat belati kecil Deokman.
Pagi harinya, Pendeta Seori (Song Ok-sook) meminta Raja Jinpyeong (Jo Min-ki) untuk upacara ritual untuk menghindari bencana dari Langit. Seperti yang sudah diduga, Mishil-lah yang diminta sebagai penanggung jawab. Setelah sekian tahun hidup damai, keruan saja berita tentang bakal diadakannya upacara ritual menjadi bahan pembicaraan yang meresahkan rakyat.
Pasalnya, upacara kerap diiringi sejumlah kejadian yang tidak bisa dijelaskan. Kubu Raja Jinyeong sendiri sadar upacara ritual kerap digunakan oleh pihak Mishil untuk mengajukan permintaan yang tidak masuk akal. Repotnya lagi, apa yang diramalkan Mishil tidak pernah meleset.
Setelah mendapat petunjuk dari Pendeta Wolcheon, Misaeng (Jung Woong-in) telah menyiapkan rancangan strategi untuk membuat rakyat tunduk dengan menggunakan patung Buddha dan kacang kedelai mentah. Dibalik gayanya yang santai dan ketidakmampuan di bidang bela diri, Misaeng rupanya memiliki otak brilian dan mampu memikirkan hal yang belum bisa dipikirkan oleh dimasanya.
Begitu mendapat kesempatan bersama Mishil, Deokman tanpa henti bertanya pada sang pemegang segel kerajaan tentang banyak hal, yang dijawab Mishil dengan sabar. Yang menarik, Mishil punya konsep menarik tentang penguasa : sampai kapanpun, seorang raja tidak akan mampu memenuhi keinginan rakyatnya yang begitu beragam.
Di tengah rapat para hwarang, Putri Cheonmyeong mengajukan diri untuk mendampingi Mishil dalam mempersiapkan upacara ritual dan menunjuk Yushin (Uhm Tae-woong) sebagai pembantu utamanya. Setelah rapat selesai, Yushin dipanggil untuk menghadap Mishil.
Dengan gayanya yang khas, Mishil mengingatkan akan nasib bangsa Gaya sambil mengingatkan Yushin untuk tidak menjadikan dirinya sebagai musuh. Siapa sangka, Yushin dengan tegas menyebut hanya akan tunduk bila nyawanya telah tiada dan malah balik mengancam supaya Mishil juga tidak menjadikannya sebagai musuh.
Kebersamaan dengan Mishil membuat Deokman mulai mendapat banyak hal dari wanita yang disebut-sebut sebagai harta sekaligus racun kerajaan Shilla tersebut, namun ia langsung terbelalak saat Mishil menyebut tidak percaya dengan apa yang dinamakan 'kehendak dari Langit.'
Strategi Mishil memang luar biasa, ia mampu membuat para anggota keluarga kerajaan, terutama Putri Cheonmyeong, dan rakyat bertekuk-lutut dengan meramalkan munculnya patung Buddha dari dalam tanah di wilayah Nahjong.
Mengaku mendapat perintah dari Langit, Mishil meminta Raja Jinpyeong untuk mengusir bangsa Gaya dari pinggiran kota Seorabol. Tidak main-main, bila kehendak dari Langit itu tidak dituruti, maka dalam waktu tiga hari bakal terjadi gerhana bulan.
Deokman dan Yushin tidak percaya begitu saja, namun keduanya terkejut saat di tempat terpisah, mereka sama-sama melihat bulan menghilang untuk sesaat, yang sekaligus menjadi bukti kalau ramalan Mishil telah menjadi kenyataan. Dengan lemas, Deokman melangkah ke kediaman Mishil untuk meneruskan tugasnya menerjemahkan buku berbahasa Latin.
Siapa sangka, Mishil malah menyampaikan hal mengejutkan : ia sudah tahu kalau Deokman adalah mata-mata Putri Cheonmyeong. Tidak ragu menyebut kalau bunga Sadaham adalah buku penanggalan tentang kejadian alam yang bakal terjadi, Mishil menantang Deokman dan kubu Putri Cheonmyeong untuk melawannya.
Di tempat terpisah, Putri Cheonmyeong berlutut di kuil sambil menangis, ia mengira kalau Mishil benar-benar utusan dari Langit sehingga tidak bisa dikalahkan. Ditengah kesedihannya, tiba-tiba tangan Putri Cheonmyeong dibelai dengan lembut oleh seorang wanita.
The Great Queen Seon Deok Episode 17

Cheon Myeong bertanya siapa So Hwa, dan So Hwa menyadari bahwa gadis itu bukan Deok Man dan melarikan diri. Mi Shil juga meminta Deok Man menyampaikan pada Cheon Myeong untuk pergi, kalau tidak Kim Yu Shin dan bahkan Deok Man akan menerima akibatnya.
Mi Shil juga menyampaikan pesan untuk Kim Yu Shin, semakin ia menolak, semakin banyak pertumpahan darah dari rakyat Gaya. Mi Shil minta Deok Man mengatakan apa jawaban mereka. Deok Man berusaha melepaskan genggaman Mi Shil, tapi Mi Shil terus mencengkeram tangan Deok Man.
Cheon Myeong mengikuti So Hwa, dan pelayan istana menemukan So Hwa dan heran untuk orang yang terganggu ingatannya, So hwa benar2 ahli melarikan diri. Putri ingat laporan Kim Yu Shin bahwa ada jalan rahasia di sebelah timur. Tidak ada pintu di situ tapi Putri merasakan ada angin berhembus dari tembok. Putri mencoba mendorong tembok itu.
Perintah Istana agar rakyat Gaya keluar dari Seorabeol sejauh 200 li ke Samyang ju. Kemudian semua kuil suci Gaya akan dihancurkan dan dibangun Kuil Buddha. Para Kapten Hwarang juga berdebat masalah Gaya karena tanah yang harus dituju oleh rakyat Gaya adalah tanah yang tandus dan tidak cocok untuk pertanian. Al Cheon membela rakyat Gaya. Seok Bum seperti biasa ada di pihak Mi Shil. Raja Jinpyeong kesal karena merasa disudutkan.
Ha Jong senang sekali dengan ketegangan di pihak Kim Seo Hyeon. Mi Saeng berkata ia sudah melakukan yang harus dilakukannya sekarang terserah Se Jong dan Seol Won Rang untuk membereskan sisanya. Mi Shil berkata mereka harus mencoba membujuk Ibu Suri Man Ho untuk memerintahkan pernikahan diantara kedua keluarga. Ha Jong kaget dan mengira ibunya akan mengambil suami lagi. Mi Shil tidak berkata apa pun untuk putranya yang "pintar" ini dan menyarankan apakah putrinya atau putri Ha Jong yang akan dijodohkan dengan keluarga Kim.
Ha Jong protes, setelah apa yang mereka lakukan ..ibunya mengusulkan pernikahan? Mi shil memandang Ha Jong dan berkeras agar Kim Seo Hyeon memilih memihaknya atau melawannya. Kim Seo Hyeon tidak punya hubungan dengan Silla, jika ia bergabung dengan Mi Shil maka Kim Seo Hyeon akan punya kesempatan mendirikan kembali Gaya, Kim Seo Hyeon pasti punya pikiran seperti itu. Ha Jong bertanya apa benar harus mengorbankan putrinya karena putrinya masih anak-anak.
Deok Man menemui Putri dan mengatakan Mi Shil sudah mengetahui semua rencana mereka. Sementara itu, Mi Shil mengunjungi Kim Seo Hyeon dan isterinya. Mi Shil memuji Kim Yu Shin dan meminta Kim Seo Hyeon memberikan Kim Yu shin untuk menjadi anak buah Mi Shil. Mi shil meyakinkan mereka jika mereka setuju, maka Kim Yu Shin akan menjadi Hwarang Pungwolju, kemudian ia menyarankan Kim Yu shin untuk menikah dengan putrinya. Cheon Myeong shock dengan laporan Deok Man.
Putri Man Myeong berkata Mi Shil ingin mengadakan pernikahan untuk bersekutu. Kim Yu Shin berlutut di hadapan orang tuanya dan ia menolak keinginan Mi Shil. Putri Man Myeong menghiburnya. Yu Shin merasa Mi Shil adalah orang yang menyebabkan rakyat Gaya terusir dari Seorabeol, bagaimana mungkin ia dapat mengusulkan pernikahan. Kim seo Hyeon menenangkan Yu Shin, tidak ada yang dapat diselesaikan jika kita emosi, jika mereka langsung menolak dan mengusirnya maka Mi Shil bisa melakukan hal yang lain lagi dengan Bunga Persik Sadahamnya. Lalu apa yang akan terjadi dengan keluarga mereka.
Kim Yu Shin merasa kemarahan adalah hal utama jika menghadapi Mi Shil. Jika tidak, mereka hanya akan menjadi boneka Mi Shil saja. Ayahnya bertanya apa ia mau melepaskan segalanya dan mati. Yu Shin bersedia jika perlu. Maka orang akan percaya jika Mi shil bukan setengah dewa tapi orang yang dapat mendatangkan bencana kepada seluruh bangsa untuk kepentingan pribadinya. Kim Seo hyeon merasa Yu Shin terlalu gegabah. Yu Shin pergi dan mengambil kudanya. Ia menemui Putri Cheon Myeong.
Yu Shin bertanya apa politik sangat penting untuknya, apa mereka perlu merancang strategi dan intrik untuk politik. Yu Shin bertanya pada Cheon Myeong dan Deok Man apa mereka dapat menghadapi ketakutan mereka. Apa mereka benar dapat melawan Mi shil. Kim Yu Shin benar2 marah, ia mengatakan rencana Mi Shil dan semuanya ketakutan. Deok Man dan Cheon Myeong merenung.
Rakyat Gaya diusir keluar dari Seorabeol dengan brutal. Putri, Deok Man dan Kim Yu shin melihat dari jauh. Deok Man berlutut pada Kim Yu Shin dan berkata kalau ia salah dan Yu Shin benar. Ia minta Yu Shin tidak meninggalkannya dan juga Putri Cheon Myeong. Putri mengulurkan tangan sebagai tanda akan bersumpah, Yu Shin meletakkan tangan di atas tangan Putri, kemudian Deok Man meletakkan tangannya diatas tangan Yu Shin. Mereka bersumpah setia. Cheon Myeong berkata mereka bertiga tergabung oleh takdir. Tidak peduli seberat apapun mereka akan melakukannya bersama, tidak peduli di surga, bumi atau neraka, mereka akan bersama.
Yu Shin berlatih pedang. Deok Man sedang merenung ketika Al Cheon datang, ia tanya apa yang dipikirkan Deok Man. Al Cheon mencari Yu Shin untuk ditraktir minum. Deok Man berkata Yu Shin tidak akan terhibur dengan minum. Al Cheon heran mengapa Deok Man selalu harus dibawah radar Kim Yu Shin. Al Cheon menjelaskan dasar2 sebagai Hwarang, mereka harus melayani tuannya seperti surga tapi nangdonya adalah seperti bumi. Jika Hwarang tidak dapat kuat diatas bumi, maka tuannya tidak dapat berdiri di atas fondasi. Al Cheon menasihati Deok Man untuk melakukan yang terbaik dan jangan menimbulkan salah pengertian. Deok Man mengerti. Lalu bertanya apa Al Cheon tidak akan mentraktirnya minum. Al Cheon : Seharusnya kau minta lebih dari itu. (I like him he..he)
Deok Man mengunjungi Mi Shil yang sedang menyelesaikan lukisannya. Mi Shil sedang menyelesaikan lukisan Raja Jinheung dengan harimau. Deok Man shock melihat pria di lukisan itu menggenggam belatinya. Dia mulai panik. (Sering banget panik nih anak..). Mi Shil melihatnya dan bertanya apa jawaban Deok Man. Deok Man juga menolak Mi Shil, tapi ia lebih memperhatikan lukisan Raja Jinheung. Mi shil memutuskan untuk menjelaskan pria di lukisan itu dan semua kisah memburu harimaunya dengan belati kecil itu. Mi Shil menebar ancaman lagi, tapi Deok Man pergi. Mi Shil merasa tidak senang.
Deok Man bingung melihat belati Raja Jinheung yang mirip dengan miliknya. Apa hubungan keluarga Raja dengan dirinya. Wyol Cheon memeriksa mata Chil Sook, dan berkata Chil Sook sangat beruntung. Membran matanya tidak rusak jadi dengan pengobatan yang tepat maka mata Chil Sook akan sembuh. Seo Ri lapor bahwa So Hwa selalu melarikan diri dan tidak mau makan. Wyol Cheon berkata penyakit So Hwa berasal dari hati. Jika ia menemukan apa yang ia cari maka ia akan sembuh. So Hwa menghindari berpandangan dengan Mi Shil.
Deok Man mengunjungi Cheon Myeong dan berkata mereka harus mengumpulkan orang untuk berada di pihak mereka. Cheon Myeong berkata bahwa Royal Celestial Shrine punya jalan rahasia. Deok Man menyinggung tentang belati Raja Jinheung. Cheon Myeong baru mendengarnya. Deok Man melihat di lukisan Mi Shil. Jika itu milik Raja maka harus ada di perbendaharaan istana, Putri berjanji akan mencari tahu.
Ratu heran saat Putri menanyakan belati Raja Jinheung. Ratu bercerita tentang insiden saat ia dan Moon Noh hampir dibunuh Mi Shil. Putri kaget mendengarnya, bagaimana dengan belati itu, apa ada pada Moon Noh. Tidak kata Ratu. Belati itu hilang. Cheon Myeong tidak mengerti, jika belati itu menyelamatkan nyawanya bagaimana dapat hilang begitu saja.
Raja juga kaget saat Putri bertanya mengenai belati. Raja Jinpyeong berkata ia memberikannya pada Moon Noh. Cheon Myeong merasa orangtuanya merahasiakan sesuatu karena jawaban mereka tidak sama. Saat Putri sudah pergi, Eul jae berkata bahwa belati itu terkubur bersama Putri kembar yang lain. Raja teringat kenangan yang menyakitkan dan Eul Jae minta maaf.
Deok Man menunggu Cheon Myeong. Saat Putri datang, ia mengatakan tentang Raja dan Ratu yang mencurigakan. Cheon Myeong menegaskan lagi nama ibu Deok Man adalah So Hwa. Tapi Deok Man berkata bukankah Putri sudah menyelidiki data kerajaan dan tidak menemukan apa-apa. Deok Man pergi dan berkeras akan mencari tahu.
Cheon Myeong memerintahkan dayang kepercayaannya untuk menyelidiki nama So Hwa di buku administrasi kerajaan. Deok Man meminta bantuan Joo Bang dan Go Do untuk meletakkan sesuatu di Daehwajeon (tempat petisi untuk Raja), ia membayar dengan emas pemberian Mi Saeng. Joo Bang dan Go Do bersedia melakukannya. Keesokannya, Eul Jae menegur seorang Hwarang yang memberikan petisi dalam keadaan basah, petisi ini untuk dibaca Raja, jadi harus ekstra hati-hati. Lalu Eul Jae melihat petisi Deok Man dan melihat lukisan belati Raja Jinheung. Ia kaget.
Cheon Myeong mendapat laporan mengenai So Hwa, memang benar So Hwa seorang dayang istana. Bahkan ia dayang pribadi Raja. Cheon Myeong sangat kaget. Apalagi ketika mengetahui So Hwa hilang pada hari ia dilahirkan. Cheon Myeong minta bantuan Kim Yong Chu untuk mencari tahu tentang Chil Sook dan Moon Noh. Kapan mereka hilang dan lenyap tiba2. Kim Yong Chu heran tapi Cheon Myeong menegaskan ini berhubungan dengan Mi Shil.
Eul Jae bertanya siapa yang memberikan petisi ini. Eul Jae mulai menyelidiki petisi Deok Man. Eul Jae membaca bahwa Deok Man memiliki belati Raja Jinheung. Jika Raja Jinpyeong menginginkan belati itu kembali ia harus menemuinya di hutan Song Gyeong pada dini hari. Eul jae teringat Putri bertanya mengenai belati. (Hutan Song Gyeong skr adalah hutan kecil di Taman Nasional Gyeongju).
Raja dan Ratu membicarakan tentang Putri yang tiba2 menanyakan belati. Eul Jae menghadap tapi tidak jadi. Kim Yng Chu melaporkan temuannya. Chil sook dan Moon Noh menghilang tepat pada Cheon Myeong dilahirkan.
Deok Man pergi mengunjungi Yu Shin dan ia tahu bahwa ia ada hubungannya dengan keluarga Raja. Cheon Myeong menggabungkan semua temuannya. Eul Jae memerintah Im Jong untuk mengumpulkan 20 Nang do untuk misi rahasia. Im Jong merekomendasikan Al Cheon dan resimennya. Al Cheon akan berpihak pada Raja Jinpyeong dan meyakinkan bahwa Al Cheon dapat dipercaya. Eul Jae berkata mereka harus menangkap seseorang yang berusaha mengancam Raja dan harus dilakukan dengan rahasia.
Im Jong meminta Al Cheon bersiap untuk misi rahasia. Bo Jong melaporkan pada Mi Shil bahwa Kim Yong Chu mulai mencaritahu mengenai Chil Sook. Mi Shil kaget dan meminta Bo Jong menyelidikinya dengan rahasia.
Cheon Myeong pergi ke Ju Jeon (seperti Perpustakaan Istana). Dia memeriksa mengenai ramalan bintang pembajak yang terjadi saat ia dilahirkan. Kemudian dia menemukan tentang Eochul Ssangsaeng Seonggol Nam Jin yaitu keluarga raja tidak akan memiliki keturunan pria jika melahirkan putri kembar. Cheon Myeong teringat Ratu Maya menyalahkan dirinya sendiri setelah kehilangan putra ke-3nya. Mi Shil yang berkata adiknya mati karena kesalahannya. Teringat tanda lahir Deok Man yang sama dengannya. Chil Sook yang dikirim untuk membunuh Deok Man.
Cheon Myeong mengambil kesimpulan apakah Deok Man ada hubungan dengannya. Al Cheon berkata orang itu seharusnya tiba dini hari sekitar pukul 1-3 pagi. Deok Man bergabung dalam resimen Al Cheon.
CR:indosiar.com+kadorama-recaps.blogspot.com
0 comments:
Post a Comment