Sunday, February 28, 2010

Style OST

Style Pictures, Images and Photos

Tracklist:
01 Tell Me (Feat.하늘Hanul) -김진표 (Kim Jin Pyo) *
02 You & I (Feat.김진표) - 류시원(柳时元) *
03 Hey Hey Ho -업타운(Uptown) 우이경(WooLee Kyung) *
04 맘보잠보 Mambo Jambo -차여울(Cha Yeo Wool) Jonny G *
05 어쩌다 너를 -하늘 (Hanul) *
06 그대만을 사랑합니다 只爱你-서인영(徐仁英), 류시원(柳时元) *
07 Edge By Edge (Inst)
08 Lady Connection (Inst)
09 느린, 그러나 피할 수 없는… (Inst)
10 Need Some Coffee Break? (Inst)
11 처음 만났던 그 때처럼 (Inst)
12 구름 속을 달리다 (Inst)
13 Get Back To My Stylish (Inst)
14 Red Oasis (Inst)
15 꿈과 그림자 梦与影子 (Inst)
16 As Time Goes By (Inst)
17 Tell Me (Hanul Version) -하늘업타운 *
18 You & I (JP Version) - 김진표 (Kim Jin Pyo) 류시원(柳时元) *

Full Album:
Megaupload


Watch Online:
MySoju.com
This entry was posted in

STYLE

Style Pictures, Images and Photos

Title: 스타일 / Style
Chinese Title : 风格
Genre: Romance
Episodes: 16
Broadcast Network: SBS
Broadcast period: 2009-Aug-01 to 2009-Sep-20
Air time: Saturday & Sunday 21:45

Synopsis
Lee Seo Jung has recently joined a fashion magazine company called Style. Her boss, Editor Park, is loathed by her employees because of her bad temper. As Seo Jung is trying to climb the ranks of this company, she realizes that the fashion world is not a pretty place. Romance, backstabbing, competition, and lies all come along with the territory. However, she meets Seo Woo Jin who helps her during this tough time.

Cast
Ryu Shi Won as Seo Woo Jin
Lee Ji Ah as Lee Seo Jung
Kim Hye Soo as Park Ki Ja
Lee Yong Woo as Kim Min Joon
Extended Cast
Nah Young Hee as Son Myung Hee
Chae Gook Hee as Kim Ji Won
Shin Jung Geun as So Byung Suk
Han Chae Ah as Cha Ji Sun
Kim Ga Eun as Wang Mi Hye
Park Ji Il as Lee Suk Chang
Kim Shi Hyang as Hwang Bo Kap Joo
Kim Gyu Jin as Nam Bong Woo
Hong Ji Min as Oh Yoo Na
Han Seung Hoon as Kwak Jae Suk
Hwang Hyo Eun as Lee In Ja
Kim Hak Jin as Shim Gyun
Kim In Tae as (Myung Hee & Woo Jin’s father)
Park Soon Chun as (Seo Jung’s mother)
Kim Yong Rim as Lee Bang Ja

Cameos

Jessica Gomes as herself (ep1)
Kang Ji Hwan as himself (ep6)
Cha Ye Ryun as herself (ep6)
Bada as herself (ep6)
Lee Hong Ki as himself (ep6)
Lee Jae Jin as himself (ep6)
Choi Min Hwan as himself (ep6)
Sandara Park as herself (ep6)
2NE1 as themselves (ep6)
2PM as themselves (ep6)
Park Sol Mi as Choi Ae Young (ep7 &
Seo In Young as designer (ep11 & 12)
Byun Jung Soo

Production Credits
Production Company: Yeh In Munhwa
Director: Oh Jong Rok
Screenwriter: In Eun Ah

Episode Ratings
Date Episode Nationwide Seoul
2009-08-01 1 17.6 (2nd) 17.4 (2nd)
2009-08-02 2 17.6 (4th) 17.7 (4th)
2009-08-08 3 19.5 (2nd) 20.4 (2nd)
2009-08-09 4 19.9 (4th) 20.2 (4th)
2009-08-15 5 16.9 (3rd) 16.9 (3rd)
2009-08-16 6 19.6 (5th) 19.6 (5th)
2009-08-22 7 17.5 (2nd) 17.3 (3rd)
2009-08-23 8 18.2 18.3 (4th)
2009-08-29 9 17.4 (3rd) 16.8 (4th)
2009-08-30 10 17.9 (6th) 17.4 (6th)
2009-09-05 11 15.8 (6th) 15.4 (6th)
2009-09-06 12 16.2 (6th) 15.9 (6th)
2009-09-12 13 13.9 (6th) 13.5 (6th)
2009-09-13 14 16.6 (6th) 16.3 (6th)
2009-09-19 15 14.2 (5th) 14.3 (6th)
2009-09-20 16 15.6 (7th) 15.0 (7th)

Source: TNS Media Korea

Thursday, February 18, 2010

The Great Queen Seon Deok Episode 45-46

The Great Queen Seon Deok Episode 45

Ketika Putri Deokman (Lee Yo-won) dan Chunchu (Yoo Seung-ho) bergegas menuju balai pertemuan, langkah mereka ditahan oleh Daenambo (Ryu Sang-wook). Begitu hwarang tersebut mengerahkan para pengawal untuk mengepung, Putri Deokman sadar kalau dirinya dan Chunchu berada dalam bahaya.

Dengan percaya diri, Mishil (Go Hyeon-jeong) melangkah ke istana Raja Jinpyeong (Jo Min-ki) sambil membawa surat titah yang siap distempel. Namun begitu sampai, Raja dan Ratu Maya (Yoon Yo-sun) ternyata sudah mengungsi sambil membawa stempel kerajaan. Meski dengan keadaan sakit, Raja Jinpyeong bisa menebak apa yang terjadi : Mishil telah melakukan kudeta dan berniat melimpahkan semua kesalahan pada Putri Deokman.

Tanpa titah resmi raja, keadaan di balai pertemuan semakin genting karena pasukan Yushin (Uhm Tae-woong) dan Alcheon (Lee Seung-hyo) tidak mau meletakkan senjata. Sementara itu, Putri Deokman dan Chunchu juga tengah dikawal ketat oleh Daenambo untuk dibawa ke Mishil. Siapa sangka, keduanya bisa diselamatkan oleh dua orang yang sama sekali tidak disangka-sangka : Jukbang (Lee Moon-shik) dan Godo (Ryu Dam).

Melewati jalan rahasia istana, Raja Jinpyeong dan Ratu Maya mulai bergerak keluar. Namun langkah itu bisa ditebak Mishil, yang langsung menyambut di pintu keluar. Siapa sangka Raja cukup cerdik, ia sengaja mengumpankan diri untuk ditangkap sementara Sohwa (Seo Young-hee) yang ditugaskan untuk menyimpan segel baru keluar belakangan.

Apes bagi Sohwa, ia tertangkap basah oleh Chilseok (Ahn Kil-kang). Berpura-pura lemah, Sohwa akhirnya dibawa ke tempat tersembunyi yang biasa digunakan Mishil. Begitu Chilseok pergi, Sohwa mulai mencari tempat yang aman untuk menyembunyikan segel kerajaan yang rupanya disembunyikan di bagian kakinya.

Setelah diringkus, Raja Jinpyeong dan Ratu Maya dibawa ke acara sidang darurat pimpinan Mishil. Dengan tenang, Mishil menyebut bahwa apa yang terjadi dengan Sejong (Dok Go-young) adalah ulah Putri Deokman. Kegeraman Raja Jinpyeong tidak membuat wanita itu gentar, dengan santai ia menyebut siap mengobrak-abrik istana demi menemukan segel kerajaan dan meresmikan surat perintah penangkapan Putri Deokman.

Keadaan di balai pertemuan terus memanas, Seolwon (Jun Noh-min) sudah siap melepaskan anak panah ke arah Yushin dan Alcheon serta anak buah mereka. Namun berkat Yongchun (Do Yi-sung), mereka bisa bergerak keluar. Di tengah perjalanan, Alcheon mengorbankan diri dengan menahan pasukan supaya Yushin bisa lolos.

Suasana tidak kalah genting juga dialami Putri Deokman dan Chunchu, yang meski telah menyamar sebagai prajurit namun ketahuan juga. Di saat genting, Yushin muncul menghadapi para prajurit. Tak berapa lama, muncul bala bantuan yang tidak disangka-sangka : Bidam (Kim Nam-gil).

Meski tangguh, kubu Putri Deokman kalah jumlah. Sadar kalau keselamatan Putri Deokman dan Chunchu adalah yang utama, Yushin menutup pintu gerbang istana dan menjadi tembok terakhir untuk menahan pasukan.


The Great Queen Seon Deok Episode 46

Di saat Yushin (Uhm Tae-woong) akhirnya bisa diringkus setelah dikeroyok para prajurit dan hwarang pimpinan Bojong (Baek Do-bin), Jukbang (Lee Moon-shik) berhasil menemukan ruang rahasia tempat Sohwa (Seo Young-hee) disekap.

Di kediaman Mishil (Go Hyeon-jeong),Misaeng (Jung Woong-in) sangat terkejut saat tahu kegagalan meringkus Putri Deokman (Lee Yo-won) disebabkan oleh kehadiran Bidam (Kim Nam-gil). Tidak habis pikir dengan sikap sang kakak yang mendadak melunak, Misaeng hanya bisa mengiyakan saat Mishil memerintahkan supaya rapat dengan para bangsawan digelar secepatnya.

Putri Deokman sendiri sadar dengan kegagalan Mishil, waktu berada di pihaknya. Sadar kalau semakin lama dirinya bebas maka semakin besar kemungkinannya untuk bisa menarik dukungan dari para bangsawan lain, ia bertekad untuk menghadapi Mishil hingga akhir.

Di tempat lain, Mishil memerintahkan Seolwon (Jun Noh-min) untuk menemukan Putri Deokman dengan cara apapun termasuk dengan menyiksa para tawanan yang setia dengan sang putri. Bisa ditebak, Yushin dan Alcheon (Lee Seung-hyo) mendapat siksaan yang paling berat. Namun, keduanya tetap menolak buka mulut.

Kubu Putri Deokman tidak tinggal diam, ia memerintahkan supaya strategi untuk menggerakkan para bangsawan yang mendukungnya dimulai. Setelah memasang selebaran di seluruh penjuru kota soal kejadian yang sebenarnya, Putri Deokman mendatangi Jujin, jendral yang memimpin lima ribu pasukan dan merupakan tokoh instrumental dibalik suksesnya kudeta Mishil.

Sadar kalau sang jendral mau mendukung karena imbalan, Putri Deokman menyatakan siap memberikan tawaran yang lebih besar lagi. Setelah kembali ke kediamannya, Putri Deokman meminta Bidam untuk menghubungi Wolya (Joo Sang-wook) dan mulai menyiapkan operasi untuk membebaskan Yushin dari tawanan.

Menjelang rapat dengan para bangsawan, Mishil menunjukkan titah raja yang telah distempel pada Raja Jinpyeong (Jo Min-ki). Mendengar Mishil menginginkan tahta, sang raja hanya tertawa sambil menyebut bahwa sang pemegang segel terlambat. Seandainya saja keinginan tersebut muncul lebih awal, maka masing-masing pihak tidak perlu kehilangan orang-orang yang begitu penting dalam hidup mereka.

Mishil benar-benar menjalankan rencana yang telah disusunnya. Dengan alasan Putri Deokman telah melakukan usaha pembunuhan terhadap Sejong (Dok Go-young) dan dianggap sebagai pemberontak, maka telah dibentuk komite khusus yang dipimpin oleh Mishil sebagai wakil raja. Begitu ada salah seorang bangsawan yang protes, dengan kejam Mishil menyuruh Bojong untuk menghabisinya didepan yang lain.

Sambil memegang titah, Mishil dengan berani duduk di kursi raja. Tidak lagi bisa menahan emosinya, Mishil memarahi semua yang hadir sambil menyebut bahwa setelah melayani tiga generasi raja, maka tidak ada yang lebih pantas tampil sebagai pemimpin selain dirinya. Mishil juga mengeluarkan peraturan baru : tidak boleh ada yang membawa senjata selain prajurit dan larangan akan adanya perkumpulan lebih dari lima orang.

Ketika suasana resah tengah meliputi Seorabol, rencana berikutnya yaitu untuk menyelidiki keberadaan Putri Deokman dimulai. Dengan sengaja, seorang tawanan yang masih hidup dilepas sambil dibuntuti. Tidak sadar akan strategi tersebut, Putri Deokman sangat gembira ketika belakangan Jukbang muncul sambil membawa Sohwa.

Dengan menyamar sebagai petugas kesehatan, Wolya dan Seolji (Jung Ho-geun) berhasil menyusup masuk untuk membebaskan Yushin. Strategi tersebut sukses, tidak ada yang sadar kalau semua merupakan bagian dari siasat Chilseok (Ahn Kil-kang). Begitu Wolya mulai bergerak, Chilseok mengerahkan pasukannya untuk mengepung markas dimana Putri Deokman berada.




CR.INDOSIAR.COM

The Great Queen Seon Deok Episode 45-46

The Great Queen Seon Deok Episode 45

Ketika Putri Deokman (Lee Yo-won) dan Chunchu (Yoo Seung-ho) bergegas menuju balai pertemuan, langkah mereka ditahan oleh Daenambo (Ryu Sang-wook). Begitu hwarang tersebut mengerahkan para pengawal untuk mengepung, Putri Deokman sadar kalau dirinya dan Chunchu berada dalam bahaya.

Dengan percaya diri, Mishil (Go Hyeon-jeong) melangkah ke istana Raja Jinpyeong (Jo Min-ki) sambil membawa surat titah yang siap distempel. Namun begitu sampai, Raja dan Ratu Maya (Yoon Yo-sun) ternyata sudah mengungsi sambil membawa stempel kerajaan. Meski dengan keadaan sakit, Raja Jinpyeong bisa menebak apa yang terjadi : Mishil telah melakukan kudeta dan berniat melimpahkan semua kesalahan pada Putri Deokman.

Tanpa titah resmi raja, keadaan di balai pertemuan semakin genting karena pasukan Yushin (Uhm Tae-woong) dan Alcheon (Lee Seung-hyo) tidak mau meletakkan senjata. Sementara itu, Putri Deokman dan Chunchu juga tengah dikawal ketat oleh Daenambo untuk dibawa ke Mishil. Siapa sangka, keduanya bisa diselamatkan oleh dua orang yang sama sekali tidak disangka-sangka : Jukbang (Lee Moon-shik) dan Godo (Ryu Dam).

Melewati jalan rahasia istana, Raja Jinpyeong dan Ratu Maya mulai bergerak keluar. Namun langkah itu bisa ditebak Mishil, yang langsung menyambut di pintu keluar. Siapa sangka Raja cukup cerdik, ia sengaja mengumpankan diri untuk ditangkap sementara Sohwa (Seo Young-hee) yang ditugaskan untuk menyimpan segel baru keluar belakangan.

Apes bagi Sohwa, ia tertangkap basah oleh Chilseok (Ahn Kil-kang). Berpura-pura lemah, Sohwa akhirnya dibawa ke tempat tersembunyi yang biasa digunakan Mishil. Begitu Chilseok pergi, Sohwa mulai mencari tempat yang aman untuk menyembunyikan segel kerajaan yang rupanya disembunyikan di bagian kakinya.

Setelah diringkus, Raja Jinpyeong dan Ratu Maya dibawa ke acara sidang darurat pimpinan Mishil. Dengan tenang, Mishil menyebut bahwa apa yang terjadi dengan Sejong (Dok Go-young) adalah ulah Putri Deokman. Kegeraman Raja Jinpyeong tidak membuat wanita itu gentar, dengan santai ia menyebut siap mengobrak-abrik istana demi menemukan segel kerajaan dan meresmikan surat perintah penangkapan Putri Deokman.

Keadaan di balai pertemuan terus memanas, Seolwon (Jun Noh-min) sudah siap melepaskan anak panah ke arah Yushin dan Alcheon serta anak buah mereka. Namun berkat Yongchun (Do Yi-sung), mereka bisa bergerak keluar. Di tengah perjalanan, Alcheon mengorbankan diri dengan menahan pasukan supaya Yushin bisa lolos.

Suasana tidak kalah genting juga dialami Putri Deokman dan Chunchu, yang meski telah menyamar sebagai prajurit namun ketahuan juga. Di saat genting, Yushin muncul menghadapi para prajurit. Tak berapa lama, muncul bala bantuan yang tidak disangka-sangka : Bidam (Kim Nam-gil).

Meski tangguh, kubu Putri Deokman kalah jumlah. Sadar kalau keselamatan Putri Deokman dan Chunchu adalah yang utama, Yushin menutup pintu gerbang istana dan menjadi tembok terakhir untuk menahan pasukan.


The Great Queen Seon Deok Episode 46

Di saat Yushin (Uhm Tae-woong) akhirnya bisa diringkus setelah dikeroyok para prajurit dan hwarang pimpinan Bojong (Baek Do-bin), Jukbang (Lee Moon-shik) berhasil menemukan ruang rahasia tempat Sohwa (Seo Young-hee) disekap.

Di kediaman Mishil (Go Hyeon-jeong),Misaeng (Jung Woong-in) sangat terkejut saat tahu kegagalan meringkus Putri Deokman (Lee Yo-won) disebabkan oleh kehadiran Bidam (Kim Nam-gil). Tidak habis pikir dengan sikap sang kakak yang mendadak melunak, Misaeng hanya bisa mengiyakan saat Mishil memerintahkan supaya rapat dengan para bangsawan digelar secepatnya.

Putri Deokman sendiri sadar dengan kegagalan Mishil, waktu berada di pihaknya. Sadar kalau semakin lama dirinya bebas maka semakin besar kemungkinannya untuk bisa menarik dukungan dari para bangsawan lain, ia bertekad untuk menghadapi Mishil hingga akhir.

Di tempat lain, Mishil memerintahkan Seolwon (Jun Noh-min) untuk menemukan Putri Deokman dengan cara apapun termasuk dengan menyiksa para tawanan yang setia dengan sang putri. Bisa ditebak, Yushin dan Alcheon (Lee Seung-hyo) mendapat siksaan yang paling berat. Namun, keduanya tetap menolak buka mulut.

Kubu Putri Deokman tidak tinggal diam, ia memerintahkan supaya strategi untuk menggerakkan para bangsawan yang mendukungnya dimulai. Setelah memasang selebaran di seluruh penjuru kota soal kejadian yang sebenarnya, Putri Deokman mendatangi Jujin, jendral yang memimpin lima ribu pasukan dan merupakan tokoh instrumental dibalik suksesnya kudeta Mishil.

Sadar kalau sang jendral mau mendukung karena imbalan, Putri Deokman menyatakan siap memberikan tawaran yang lebih besar lagi. Setelah kembali ke kediamannya, Putri Deokman meminta Bidam untuk menghubungi Wolya (Joo Sang-wook) dan mulai menyiapkan operasi untuk membebaskan Yushin dari tawanan.

Menjelang rapat dengan para bangsawan, Mishil menunjukkan titah raja yang telah distempel pada Raja Jinpyeong (Jo Min-ki). Mendengar Mishil menginginkan tahta, sang raja hanya tertawa sambil menyebut bahwa sang pemegang segel terlambat. Seandainya saja keinginan tersebut muncul lebih awal, maka masing-masing pihak tidak perlu kehilangan orang-orang yang begitu penting dalam hidup mereka.

Mishil benar-benar menjalankan rencana yang telah disusunnya. Dengan alasan Putri Deokman telah melakukan usaha pembunuhan terhadap Sejong (Dok Go-young) dan dianggap sebagai pemberontak, maka telah dibentuk komite khusus yang dipimpin oleh Mishil sebagai wakil raja. Begitu ada salah seorang bangsawan yang protes, dengan kejam Mishil menyuruh Bojong untuk menghabisinya didepan yang lain.

Sambil memegang titah, Mishil dengan berani duduk di kursi raja. Tidak lagi bisa menahan emosinya, Mishil memarahi semua yang hadir sambil menyebut bahwa setelah melayani tiga generasi raja, maka tidak ada yang lebih pantas tampil sebagai pemimpin selain dirinya. Mishil juga mengeluarkan peraturan baru : tidak boleh ada yang membawa senjata selain prajurit dan larangan akan adanya perkumpulan lebih dari lima orang.

Ketika suasana resah tengah meliputi Seorabol, rencana berikutnya yaitu untuk menyelidiki keberadaan Putri Deokman dimulai. Dengan sengaja, seorang tawanan yang masih hidup dilepas sambil dibuntuti. Tidak sadar akan strategi tersebut, Putri Deokman sangat gembira ketika belakangan Jukbang muncul sambil membawa Sohwa.

Dengan menyamar sebagai petugas kesehatan, Wolya dan Seolji (Jung Ho-geun) berhasil menyusup masuk untuk membebaskan Yushin. Strategi tersebut sukses, tidak ada yang sadar kalau semua merupakan bagian dari siasat Chilseok (Ahn Kil-kang). Begitu Wolya mulai bergerak, Chilseok mengerahkan pasukannya untuk mengepung markas dimana Putri Deokman berada.




CR.INDOSIAR.COM

The Great Queen Seon Deok Episode 45-46

The Great Queen Seon Deok Episode 45

Ketika Putri Deokman (Lee Yo-won) dan Chunchu (Yoo Seung-ho) bergegas menuju balai pertemuan, langkah mereka ditahan oleh Daenambo (Ryu Sang-wook). Begitu hwarang tersebut mengerahkan para pengawal untuk mengepung, Putri Deokman sadar kalau dirinya dan Chunchu berada dalam bahaya.

Dengan percaya diri, Mishil (Go Hyeon-jeong) melangkah ke istana Raja Jinpyeong (Jo Min-ki) sambil membawa surat titah yang siap distempel. Namun begitu sampai, Raja dan Ratu Maya (Yoon Yo-sun) ternyata sudah mengungsi sambil membawa stempel kerajaan. Meski dengan keadaan sakit, Raja Jinpyeong bisa menebak apa yang terjadi : Mishil telah melakukan kudeta dan berniat melimpahkan semua kesalahan pada Putri Deokman.

Tanpa titah resmi raja, keadaan di balai pertemuan semakin genting karena pasukan Yushin (Uhm Tae-woong) dan Alcheon (Lee Seung-hyo) tidak mau meletakkan senjata. Sementara itu, Putri Deokman dan Chunchu juga tengah dikawal ketat oleh Daenambo untuk dibawa ke Mishil. Siapa sangka, keduanya bisa diselamatkan oleh dua orang yang sama sekali tidak disangka-sangka : Jukbang (Lee Moon-shik) dan Godo (Ryu Dam).

Melewati jalan rahasia istana, Raja Jinpyeong dan Ratu Maya mulai bergerak keluar. Namun langkah itu bisa ditebak Mishil, yang langsung menyambut di pintu keluar. Siapa sangka Raja cukup cerdik, ia sengaja mengumpankan diri untuk ditangkap sementara Sohwa (Seo Young-hee) yang ditugaskan untuk menyimpan segel baru keluar belakangan.

Apes bagi Sohwa, ia tertangkap basah oleh Chilseok (Ahn Kil-kang). Berpura-pura lemah, Sohwa akhirnya dibawa ke tempat tersembunyi yang biasa digunakan Mishil. Begitu Chilseok pergi, Sohwa mulai mencari tempat yang aman untuk menyembunyikan segel kerajaan yang rupanya disembunyikan di bagian kakinya.

Setelah diringkus, Raja Jinpyeong dan Ratu Maya dibawa ke acara sidang darurat pimpinan Mishil. Dengan tenang, Mishil menyebut bahwa apa yang terjadi dengan Sejong (Dok Go-young) adalah ulah Putri Deokman. Kegeraman Raja Jinpyeong tidak membuat wanita itu gentar, dengan santai ia menyebut siap mengobrak-abrik istana demi menemukan segel kerajaan dan meresmikan surat perintah penangkapan Putri Deokman.

Keadaan di balai pertemuan terus memanas, Seolwon (Jun Noh-min) sudah siap melepaskan anak panah ke arah Yushin dan Alcheon serta anak buah mereka. Namun berkat Yongchun (Do Yi-sung), mereka bisa bergerak keluar. Di tengah perjalanan, Alcheon mengorbankan diri dengan menahan pasukan supaya Yushin bisa lolos.

Suasana tidak kalah genting juga dialami Putri Deokman dan Chunchu, yang meski telah menyamar sebagai prajurit namun ketahuan juga. Di saat genting, Yushin muncul menghadapi para prajurit. Tak berapa lama, muncul bala bantuan yang tidak disangka-sangka : Bidam (Kim Nam-gil).

Meski tangguh, kubu Putri Deokman kalah jumlah. Sadar kalau keselamatan Putri Deokman dan Chunchu adalah yang utama, Yushin menutup pintu gerbang istana dan menjadi tembok terakhir untuk menahan pasukan.


The Great Queen Seon Deok Episode 46

Di saat Yushin (Uhm Tae-woong) akhirnya bisa diringkus setelah dikeroyok para prajurit dan hwarang pimpinan Bojong (Baek Do-bin), Jukbang (Lee Moon-shik) berhasil menemukan ruang rahasia tempat Sohwa (Seo Young-hee) disekap.

Di kediaman Mishil (Go Hyeon-jeong),Misaeng (Jung Woong-in) sangat terkejut saat tahu kegagalan meringkus Putri Deokman (Lee Yo-won) disebabkan oleh kehadiran Bidam (Kim Nam-gil). Tidak habis pikir dengan sikap sang kakak yang mendadak melunak, Misaeng hanya bisa mengiyakan saat Mishil memerintahkan supaya rapat dengan para bangsawan digelar secepatnya.

Putri Deokman sendiri sadar dengan kegagalan Mishil, waktu berada di pihaknya. Sadar kalau semakin lama dirinya bebas maka semakin besar kemungkinannya untuk bisa menarik dukungan dari para bangsawan lain, ia bertekad untuk menghadapi Mishil hingga akhir.

Di tempat lain, Mishil memerintahkan Seolwon (Jun Noh-min) untuk menemukan Putri Deokman dengan cara apapun termasuk dengan menyiksa para tawanan yang setia dengan sang putri. Bisa ditebak, Yushin dan Alcheon (Lee Seung-hyo) mendapat siksaan yang paling berat. Namun, keduanya tetap menolak buka mulut.

Kubu Putri Deokman tidak tinggal diam, ia memerintahkan supaya strategi untuk menggerakkan para bangsawan yang mendukungnya dimulai. Setelah memasang selebaran di seluruh penjuru kota soal kejadian yang sebenarnya, Putri Deokman mendatangi Jujin, jendral yang memimpin lima ribu pasukan dan merupakan tokoh instrumental dibalik suksesnya kudeta Mishil.

Sadar kalau sang jendral mau mendukung karena imbalan, Putri Deokman menyatakan siap memberikan tawaran yang lebih besar lagi. Setelah kembali ke kediamannya, Putri Deokman meminta Bidam untuk menghubungi Wolya (Joo Sang-wook) dan mulai menyiapkan operasi untuk membebaskan Yushin dari tawanan.

Menjelang rapat dengan para bangsawan, Mishil menunjukkan titah raja yang telah distempel pada Raja Jinpyeong (Jo Min-ki). Mendengar Mishil menginginkan tahta, sang raja hanya tertawa sambil menyebut bahwa sang pemegang segel terlambat. Seandainya saja keinginan tersebut muncul lebih awal, maka masing-masing pihak tidak perlu kehilangan orang-orang yang begitu penting dalam hidup mereka.

Mishil benar-benar menjalankan rencana yang telah disusunnya. Dengan alasan Putri Deokman telah melakukan usaha pembunuhan terhadap Sejong (Dok Go-young) dan dianggap sebagai pemberontak, maka telah dibentuk komite khusus yang dipimpin oleh Mishil sebagai wakil raja. Begitu ada salah seorang bangsawan yang protes, dengan kejam Mishil menyuruh Bojong untuk menghabisinya didepan yang lain.

Sambil memegang titah, Mishil dengan berani duduk di kursi raja. Tidak lagi bisa menahan emosinya, Mishil memarahi semua yang hadir sambil menyebut bahwa setelah melayani tiga generasi raja, maka tidak ada yang lebih pantas tampil sebagai pemimpin selain dirinya. Mishil juga mengeluarkan peraturan baru : tidak boleh ada yang membawa senjata selain prajurit dan larangan akan adanya perkumpulan lebih dari lima orang.

Ketika suasana resah tengah meliputi Seorabol, rencana berikutnya yaitu untuk menyelidiki keberadaan Putri Deokman dimulai. Dengan sengaja, seorang tawanan yang masih hidup dilepas sambil dibuntuti. Tidak sadar akan strategi tersebut, Putri Deokman sangat gembira ketika belakangan Jukbang muncul sambil membawa Sohwa.

Dengan menyamar sebagai petugas kesehatan, Wolya dan Seolji (Jung Ho-geun) berhasil menyusup masuk untuk membebaskan Yushin. Strategi tersebut sukses, tidak ada yang sadar kalau semua merupakan bagian dari siasat Chilseok (Ahn Kil-kang). Begitu Wolya mulai bergerak, Chilseok mengerahkan pasukannya untuk mengepung markas dimana Putri Deokman berada.




CR.INDOSIAR.COM

The Great Queen Seon Deok Episode 45-46

The Great Queen Seon Deok Episode 45

Ketika Putri Deokman (Lee Yo-won) dan Chunchu (Yoo Seung-ho) bergegas menuju balai pertemuan, langkah mereka ditahan oleh Daenambo (Ryu Sang-wook). Begitu hwarang tersebut mengerahkan para pengawal untuk mengepung, Putri Deokman sadar kalau dirinya dan Chunchu berada dalam bahaya.

Dengan percaya diri, Mishil (Go Hyeon-jeong) melangkah ke istana Raja Jinpyeong (Jo Min-ki) sambil membawa surat titah yang siap distempel. Namun begitu sampai, Raja dan Ratu Maya (Yoon Yo-sun) ternyata sudah mengungsi sambil membawa stempel kerajaan. Meski dengan keadaan sakit, Raja Jinpyeong bisa menebak apa yang terjadi : Mishil telah melakukan kudeta dan berniat melimpahkan semua kesalahan pada Putri Deokman.

Tanpa titah resmi raja, keadaan di balai pertemuan semakin genting karena pasukan Yushin (Uhm Tae-woong) dan Alcheon (Lee Seung-hyo) tidak mau meletakkan senjata. Sementara itu, Putri Deokman dan Chunchu juga tengah dikawal ketat oleh Daenambo untuk dibawa ke Mishil. Siapa sangka, keduanya bisa diselamatkan oleh dua orang yang sama sekali tidak disangka-sangka : Jukbang (Lee Moon-shik) dan Godo (Ryu Dam).

Melewati jalan rahasia istana, Raja Jinpyeong dan Ratu Maya mulai bergerak keluar. Namun langkah itu bisa ditebak Mishil, yang langsung menyambut di pintu keluar. Siapa sangka Raja cukup cerdik, ia sengaja mengumpankan diri untuk ditangkap sementara Sohwa (Seo Young-hee) yang ditugaskan untuk menyimpan segel baru keluar belakangan.

Apes bagi Sohwa, ia tertangkap basah oleh Chilseok (Ahn Kil-kang). Berpura-pura lemah, Sohwa akhirnya dibawa ke tempat tersembunyi yang biasa digunakan Mishil. Begitu Chilseok pergi, Sohwa mulai mencari tempat yang aman untuk menyembunyikan segel kerajaan yang rupanya disembunyikan di bagian kakinya.

Setelah diringkus, Raja Jinpyeong dan Ratu Maya dibawa ke acara sidang darurat pimpinan Mishil. Dengan tenang, Mishil menyebut bahwa apa yang terjadi dengan Sejong (Dok Go-young) adalah ulah Putri Deokman. Kegeraman Raja Jinpyeong tidak membuat wanita itu gentar, dengan santai ia menyebut siap mengobrak-abrik istana demi menemukan segel kerajaan dan meresmikan surat perintah penangkapan Putri Deokman.

Keadaan di balai pertemuan terus memanas, Seolwon (Jun Noh-min) sudah siap melepaskan anak panah ke arah Yushin dan Alcheon serta anak buah mereka. Namun berkat Yongchun (Do Yi-sung), mereka bisa bergerak keluar. Di tengah perjalanan, Alcheon mengorbankan diri dengan menahan pasukan supaya Yushin bisa lolos.

Suasana tidak kalah genting juga dialami Putri Deokman dan Chunchu, yang meski telah menyamar sebagai prajurit namun ketahuan juga. Di saat genting, Yushin muncul menghadapi para prajurit. Tak berapa lama, muncul bala bantuan yang tidak disangka-sangka : Bidam (Kim Nam-gil).

Meski tangguh, kubu Putri Deokman kalah jumlah. Sadar kalau keselamatan Putri Deokman dan Chunchu adalah yang utama, Yushin menutup pintu gerbang istana dan menjadi tembok terakhir untuk menahan pasukan.


The Great Queen Seon Deok Episode 46

Di saat Yushin (Uhm Tae-woong) akhirnya bisa diringkus setelah dikeroyok para prajurit dan hwarang pimpinan Bojong (Baek Do-bin), Jukbang (Lee Moon-shik) berhasil menemukan ruang rahasia tempat Sohwa (Seo Young-hee) disekap.

Di kediaman Mishil (Go Hyeon-jeong),Misaeng (Jung Woong-in) sangat terkejut saat tahu kegagalan meringkus Putri Deokman (Lee Yo-won) disebabkan oleh kehadiran Bidam (Kim Nam-gil). Tidak habis pikir dengan sikap sang kakak yang mendadak melunak, Misaeng hanya bisa mengiyakan saat Mishil memerintahkan supaya rapat dengan para bangsawan digelar secepatnya.

Putri Deokman sendiri sadar dengan kegagalan Mishil, waktu berada di pihaknya. Sadar kalau semakin lama dirinya bebas maka semakin besar kemungkinannya untuk bisa menarik dukungan dari para bangsawan lain, ia bertekad untuk menghadapi Mishil hingga akhir.

Di tempat lain, Mishil memerintahkan Seolwon (Jun Noh-min) untuk menemukan Putri Deokman dengan cara apapun termasuk dengan menyiksa para tawanan yang setia dengan sang putri. Bisa ditebak, Yushin dan Alcheon (Lee Seung-hyo) mendapat siksaan yang paling berat. Namun, keduanya tetap menolak buka mulut.

Kubu Putri Deokman tidak tinggal diam, ia memerintahkan supaya strategi untuk menggerakkan para bangsawan yang mendukungnya dimulai. Setelah memasang selebaran di seluruh penjuru kota soal kejadian yang sebenarnya, Putri Deokman mendatangi Jujin, jendral yang memimpin lima ribu pasukan dan merupakan tokoh instrumental dibalik suksesnya kudeta Mishil.

Sadar kalau sang jendral mau mendukung karena imbalan, Putri Deokman menyatakan siap memberikan tawaran yang lebih besar lagi. Setelah kembali ke kediamannya, Putri Deokman meminta Bidam untuk menghubungi Wolya (Joo Sang-wook) dan mulai menyiapkan operasi untuk membebaskan Yushin dari tawanan.

Menjelang rapat dengan para bangsawan, Mishil menunjukkan titah raja yang telah distempel pada Raja Jinpyeong (Jo Min-ki). Mendengar Mishil menginginkan tahta, sang raja hanya tertawa sambil menyebut bahwa sang pemegang segel terlambat. Seandainya saja keinginan tersebut muncul lebih awal, maka masing-masing pihak tidak perlu kehilangan orang-orang yang begitu penting dalam hidup mereka.

Mishil benar-benar menjalankan rencana yang telah disusunnya. Dengan alasan Putri Deokman telah melakukan usaha pembunuhan terhadap Sejong (Dok Go-young) dan dianggap sebagai pemberontak, maka telah dibentuk komite khusus yang dipimpin oleh Mishil sebagai wakil raja. Begitu ada salah seorang bangsawan yang protes, dengan kejam Mishil menyuruh Bojong untuk menghabisinya didepan yang lain.

Sambil memegang titah, Mishil dengan berani duduk di kursi raja. Tidak lagi bisa menahan emosinya, Mishil memarahi semua yang hadir sambil menyebut bahwa setelah melayani tiga generasi raja, maka tidak ada yang lebih pantas tampil sebagai pemimpin selain dirinya. Mishil juga mengeluarkan peraturan baru : tidak boleh ada yang membawa senjata selain prajurit dan larangan akan adanya perkumpulan lebih dari lima orang.

Ketika suasana resah tengah meliputi Seorabol, rencana berikutnya yaitu untuk menyelidiki keberadaan Putri Deokman dimulai. Dengan sengaja, seorang tawanan yang masih hidup dilepas sambil dibuntuti. Tidak sadar akan strategi tersebut, Putri Deokman sangat gembira ketika belakangan Jukbang muncul sambil membawa Sohwa.

Dengan menyamar sebagai petugas kesehatan, Wolya dan Seolji (Jung Ho-geun) berhasil menyusup masuk untuk membebaskan Yushin. Strategi tersebut sukses, tidak ada yang sadar kalau semua merupakan bagian dari siasat Chilseok (Ahn Kil-kang). Begitu Wolya mulai bergerak, Chilseok mengerahkan pasukannya untuk mengepung markas dimana Putri Deokman berada.




CR.INDOSIAR.COM

The Great Queen Seon Deok Episode 45-46

The Great Queen Seon Deok Episode 45

Ketika Putri Deokman (Lee Yo-won) dan Chunchu (Yoo Seung-ho) bergegas menuju balai pertemuan, langkah mereka ditahan oleh Daenambo (Ryu Sang-wook). Begitu hwarang tersebut mengerahkan para pengawal untuk mengepung, Putri Deokman sadar kalau dirinya dan Chunchu berada dalam bahaya.

Dengan percaya diri, Mishil (Go Hyeon-jeong) melangkah ke istana Raja Jinpyeong (Jo Min-ki) sambil membawa surat titah yang siap distempel. Namun begitu sampai, Raja dan Ratu Maya (Yoon Yo-sun) ternyata sudah mengungsi sambil membawa stempel kerajaan. Meski dengan keadaan sakit, Raja Jinpyeong bisa menebak apa yang terjadi : Mishil telah melakukan kudeta dan berniat melimpahkan semua kesalahan pada Putri Deokman.

Tanpa titah resmi raja, keadaan di balai pertemuan semakin genting karena pasukan Yushin (Uhm Tae-woong) dan Alcheon (Lee Seung-hyo) tidak mau meletakkan senjata. Sementara itu, Putri Deokman dan Chunchu juga tengah dikawal ketat oleh Daenambo untuk dibawa ke Mishil. Siapa sangka, keduanya bisa diselamatkan oleh dua orang yang sama sekali tidak disangka-sangka : Jukbang (Lee Moon-shik) dan Godo (Ryu Dam).

Melewati jalan rahasia istana, Raja Jinpyeong dan Ratu Maya mulai bergerak keluar. Namun langkah itu bisa ditebak Mishil, yang langsung menyambut di pintu keluar. Siapa sangka Raja cukup cerdik, ia sengaja mengumpankan diri untuk ditangkap sementara Sohwa (Seo Young-hee) yang ditugaskan untuk menyimpan segel baru keluar belakangan.

Apes bagi Sohwa, ia tertangkap basah oleh Chilseok (Ahn Kil-kang). Berpura-pura lemah, Sohwa akhirnya dibawa ke tempat tersembunyi yang biasa digunakan Mishil. Begitu Chilseok pergi, Sohwa mulai mencari tempat yang aman untuk menyembunyikan segel kerajaan yang rupanya disembunyikan di bagian kakinya.

Setelah diringkus, Raja Jinpyeong dan Ratu Maya dibawa ke acara sidang darurat pimpinan Mishil. Dengan tenang, Mishil menyebut bahwa apa yang terjadi dengan Sejong (Dok Go-young) adalah ulah Putri Deokman. Kegeraman Raja Jinpyeong tidak membuat wanita itu gentar, dengan santai ia menyebut siap mengobrak-abrik istana demi menemukan segel kerajaan dan meresmikan surat perintah penangkapan Putri Deokman.

Keadaan di balai pertemuan terus memanas, Seolwon (Jun Noh-min) sudah siap melepaskan anak panah ke arah Yushin dan Alcheon serta anak buah mereka. Namun berkat Yongchun (Do Yi-sung), mereka bisa bergerak keluar. Di tengah perjalanan, Alcheon mengorbankan diri dengan menahan pasukan supaya Yushin bisa lolos.

Suasana tidak kalah genting juga dialami Putri Deokman dan Chunchu, yang meski telah menyamar sebagai prajurit namun ketahuan juga. Di saat genting, Yushin muncul menghadapi para prajurit. Tak berapa lama, muncul bala bantuan yang tidak disangka-sangka : Bidam (Kim Nam-gil).

Meski tangguh, kubu Putri Deokman kalah jumlah. Sadar kalau keselamatan Putri Deokman dan Chunchu adalah yang utama, Yushin menutup pintu gerbang istana dan menjadi tembok terakhir untuk menahan pasukan.


The Great Queen Seon Deok Episode 46

Di saat Yushin (Uhm Tae-woong) akhirnya bisa diringkus setelah dikeroyok para prajurit dan hwarang pimpinan Bojong (Baek Do-bin), Jukbang (Lee Moon-shik) berhasil menemukan ruang rahasia tempat Sohwa (Seo Young-hee) disekap.

Di kediaman Mishil (Go Hyeon-jeong),Misaeng (Jung Woong-in) sangat terkejut saat tahu kegagalan meringkus Putri Deokman (Lee Yo-won) disebabkan oleh kehadiran Bidam (Kim Nam-gil). Tidak habis pikir dengan sikap sang kakak yang mendadak melunak, Misaeng hanya bisa mengiyakan saat Mishil memerintahkan supaya rapat dengan para bangsawan digelar secepatnya.

Putri Deokman sendiri sadar dengan kegagalan Mishil, waktu berada di pihaknya. Sadar kalau semakin lama dirinya bebas maka semakin besar kemungkinannya untuk bisa menarik dukungan dari para bangsawan lain, ia bertekad untuk menghadapi Mishil hingga akhir.

Di tempat lain, Mishil memerintahkan Seolwon (Jun Noh-min) untuk menemukan Putri Deokman dengan cara apapun termasuk dengan menyiksa para tawanan yang setia dengan sang putri. Bisa ditebak, Yushin dan Alcheon (Lee Seung-hyo) mendapat siksaan yang paling berat. Namun, keduanya tetap menolak buka mulut.

Kubu Putri Deokman tidak tinggal diam, ia memerintahkan supaya strategi untuk menggerakkan para bangsawan yang mendukungnya dimulai. Setelah memasang selebaran di seluruh penjuru kota soal kejadian yang sebenarnya, Putri Deokman mendatangi Jujin, jendral yang memimpin lima ribu pasukan dan merupakan tokoh instrumental dibalik suksesnya kudeta Mishil.

Sadar kalau sang jendral mau mendukung karena imbalan, Putri Deokman menyatakan siap memberikan tawaran yang lebih besar lagi. Setelah kembali ke kediamannya, Putri Deokman meminta Bidam untuk menghubungi Wolya (Joo Sang-wook) dan mulai menyiapkan operasi untuk membebaskan Yushin dari tawanan.

Menjelang rapat dengan para bangsawan, Mishil menunjukkan titah raja yang telah distempel pada Raja Jinpyeong (Jo Min-ki). Mendengar Mishil menginginkan tahta, sang raja hanya tertawa sambil menyebut bahwa sang pemegang segel terlambat. Seandainya saja keinginan tersebut muncul lebih awal, maka masing-masing pihak tidak perlu kehilangan orang-orang yang begitu penting dalam hidup mereka.

Mishil benar-benar menjalankan rencana yang telah disusunnya. Dengan alasan Putri Deokman telah melakukan usaha pembunuhan terhadap Sejong (Dok Go-young) dan dianggap sebagai pemberontak, maka telah dibentuk komite khusus yang dipimpin oleh Mishil sebagai wakil raja. Begitu ada salah seorang bangsawan yang protes, dengan kejam Mishil menyuruh Bojong untuk menghabisinya didepan yang lain.

Sambil memegang titah, Mishil dengan berani duduk di kursi raja. Tidak lagi bisa menahan emosinya, Mishil memarahi semua yang hadir sambil menyebut bahwa setelah melayani tiga generasi raja, maka tidak ada yang lebih pantas tampil sebagai pemimpin selain dirinya. Mishil juga mengeluarkan peraturan baru : tidak boleh ada yang membawa senjata selain prajurit dan larangan akan adanya perkumpulan lebih dari lima orang.

Ketika suasana resah tengah meliputi Seorabol, rencana berikutnya yaitu untuk menyelidiki keberadaan Putri Deokman dimulai. Dengan sengaja, seorang tawanan yang masih hidup dilepas sambil dibuntuti. Tidak sadar akan strategi tersebut, Putri Deokman sangat gembira ketika belakangan Jukbang muncul sambil membawa Sohwa.

Dengan menyamar sebagai petugas kesehatan, Wolya dan Seolji (Jung Ho-geun) berhasil menyusup masuk untuk membebaskan Yushin. Strategi tersebut sukses, tidak ada yang sadar kalau semua merupakan bagian dari siasat Chilseok (Ahn Kil-kang). Begitu Wolya mulai bergerak, Chilseok mengerahkan pasukannya untuk mengepung markas dimana Putri Deokman berada.




CR.INDOSIAR.COM