Ketika Putri Deokman (Lee Yo-won) dan Chunchu (Yoo Seung-ho) bergegas menuju balai pertemuan, langkah mereka ditahan oleh Daenambo (Ryu Sang-wook). Begitu hwarang tersebut mengerahkan para pengawal untuk mengepung, Putri Deokman sadar kalau dirinya dan Chunchu berada dalam bahaya.
Dengan percaya diri, Mishil (Go Hyeon-jeong) melangkah ke istana Raja Jinpyeong (Jo Min-ki) sambil membawa surat titah yang siap distempel. Namun begitu sampai, Raja dan Ratu Maya (Yoon Yo-sun) ternyata sudah mengungsi sambil membawa stempel kerajaan. Meski dengan keadaan sakit, Raja Jinpyeong bisa menebak apa yang terjadi : Mishil telah melakukan kudeta dan berniat melimpahkan semua kesalahan pada Putri Deokman.
Tanpa titah resmi raja, keadaan di balai pertemuan semakin genting karena pasukan Yushin (Uhm Tae-woong) dan Alcheon (Lee Seung-hyo) tidak mau meletakkan senjata. Sementara itu, Putri Deokman dan Chunchu juga tengah dikawal ketat oleh Daenambo untuk dibawa ke Mishil. Siapa sangka, keduanya bisa diselamatkan oleh dua orang yang sama sekali tidak disangka-sangka : Jukbang (Lee Moon-shik) dan Godo (Ryu Dam).
Melewati jalan rahasia istana, Raja Jinpyeong dan Ratu Maya mulai bergerak keluar. Namun langkah itu bisa ditebak Mishil, yang langsung menyambut di pintu keluar. Siapa sangka Raja cukup cerdik, ia sengaja mengumpankan diri untuk ditangkap sementara Sohwa (Seo Young-hee) yang ditugaskan untuk menyimpan segel baru keluar belakangan.
Apes bagi Sohwa, ia tertangkap basah oleh Chilseok (Ahn Kil-kang). Berpura-pura lemah, Sohwa akhirnya dibawa ke tempat tersembunyi yang biasa digunakan Mishil. Begitu Chilseok pergi, Sohwa mulai mencari tempat yang aman untuk menyembunyikan segel kerajaan yang rupanya disembunyikan di bagian kakinya.
Setelah diringkus, Raja Jinpyeong dan Ratu Maya dibawa ke acara sidang darurat pimpinan Mishil. Dengan tenang, Mishil menyebut bahwa apa yang terjadi dengan Sejong (Dok Go-young) adalah ulah Putri Deokman. Kegeraman Raja Jinpyeong tidak membuat wanita itu gentar, dengan santai ia menyebut siap mengobrak-abrik istana demi menemukan segel kerajaan dan meresmikan surat perintah penangkapan Putri Deokman.
Keadaan di balai pertemuan terus memanas, Seolwon (Jun Noh-min) sudah siap melepaskan anak panah ke arah Yushin dan Alcheon serta anak buah mereka. Namun berkat Yongchun (Do Yi-sung), mereka bisa bergerak keluar. Di tengah perjalanan, Alcheon mengorbankan diri dengan menahan pasukan supaya Yushin bisa lolos.
Suasana tidak kalah genting juga dialami Putri Deokman dan Chunchu, yang meski telah menyamar sebagai prajurit namun ketahuan juga. Di saat genting, Yushin muncul menghadapi para prajurit. Tak berapa lama, muncul bala bantuan yang tidak disangka-sangka : Bidam (Kim Nam-gil).
Meski tangguh, kubu Putri Deokman kalah jumlah. Sadar kalau keselamatan Putri Deokman dan Chunchu adalah yang utama, Yushin menutup pintu gerbang istana dan menjadi tembok terakhir untuk menahan pasukan.
The Great Queen Seon Deok Episode 46
Di saat Yushin (Uhm Tae-woong) akhirnya bisa diringkus setelah dikeroyok para prajurit dan hwarang pimpinan Bojong (Baek Do-bin), Jukbang (Lee Moon-shik) berhasil menemukan ruang rahasia tempat Sohwa (Seo Young-hee) disekap.
Di kediaman Mishil (Go Hyeon-jeong),Misaeng (Jung Woong-in) sangat terkejut saat tahu kegagalan meringkus Putri Deokman (Lee Yo-won) disebabkan oleh kehadiran Bidam (Kim Nam-gil). Tidak habis pikir dengan sikap sang kakak yang mendadak melunak, Misaeng hanya bisa mengiyakan saat Mishil memerintahkan supaya rapat dengan para bangsawan digelar secepatnya.
Putri Deokman sendiri sadar dengan kegagalan Mishil, waktu berada di pihaknya. Sadar kalau semakin lama dirinya bebas maka semakin besar kemungkinannya untuk bisa menarik dukungan dari para bangsawan lain, ia bertekad untuk menghadapi Mishil hingga akhir.
Di tempat lain, Mishil memerintahkan Seolwon (Jun Noh-min) untuk menemukan Putri Deokman dengan cara apapun termasuk dengan menyiksa para tawanan yang setia dengan sang putri. Bisa ditebak, Yushin dan Alcheon (Lee Seung-hyo) mendapat siksaan yang paling berat. Namun, keduanya tetap menolak buka mulut.
Kubu Putri Deokman tidak tinggal diam, ia memerintahkan supaya strategi untuk menggerakkan para bangsawan yang mendukungnya dimulai. Setelah memasang selebaran di seluruh penjuru kota soal kejadian yang sebenarnya, Putri Deokman mendatangi Jujin, jendral yang memimpin lima ribu pasukan dan merupakan tokoh instrumental dibalik suksesnya kudeta Mishil.
Sadar kalau sang jendral mau mendukung karena imbalan, Putri Deokman menyatakan siap memberikan tawaran yang lebih besar lagi. Setelah kembali ke kediamannya, Putri Deokman meminta Bidam untuk menghubungi Wolya (Joo Sang-wook) dan mulai menyiapkan operasi untuk membebaskan Yushin dari tawanan.
Menjelang rapat dengan para bangsawan, Mishil menunjukkan titah raja yang telah distempel pada Raja Jinpyeong (Jo Min-ki). Mendengar Mishil menginginkan tahta, sang raja hanya tertawa sambil menyebut bahwa sang pemegang segel terlambat. Seandainya saja keinginan tersebut muncul lebih awal, maka masing-masing pihak tidak perlu kehilangan orang-orang yang begitu penting dalam hidup mereka.
Mishil benar-benar menjalankan rencana yang telah disusunnya. Dengan alasan Putri Deokman telah melakukan usaha pembunuhan terhadap Sejong (Dok Go-young) dan dianggap sebagai pemberontak, maka telah dibentuk komite khusus yang dipimpin oleh Mishil sebagai wakil raja. Begitu ada salah seorang bangsawan yang protes, dengan kejam Mishil menyuruh Bojong untuk menghabisinya didepan yang lain.
Sambil memegang titah, Mishil dengan berani duduk di kursi raja. Tidak lagi bisa menahan emosinya, Mishil memarahi semua yang hadir sambil menyebut bahwa setelah melayani tiga generasi raja, maka tidak ada yang lebih pantas tampil sebagai pemimpin selain dirinya. Mishil juga mengeluarkan peraturan baru : tidak boleh ada yang membawa senjata selain prajurit dan larangan akan adanya perkumpulan lebih dari lima orang.
Ketika suasana resah tengah meliputi Seorabol, rencana berikutnya yaitu untuk menyelidiki keberadaan Putri Deokman dimulai. Dengan sengaja, seorang tawanan yang masih hidup dilepas sambil dibuntuti. Tidak sadar akan strategi tersebut, Putri Deokman sangat gembira ketika belakangan Jukbang muncul sambil membawa Sohwa.
Dengan menyamar sebagai petugas kesehatan, Wolya dan Seolji (Jung Ho-geun) berhasil menyusup masuk untuk membebaskan Yushin. Strategi tersebut sukses, tidak ada yang sadar kalau semua merupakan bagian dari siasat Chilseok (Ahn Kil-kang). Begitu Wolya mulai bergerak, Chilseok mengerahkan pasukannya untuk mengepung markas dimana Putri Deokman berada.
CR.INDOSIAR.COM
0 comments:
Post a Comment