Kali ini aku mau nge-share pengalaman aku waktu sakit Ganglion sekitar bulan juli tahun lalu. Oiya, sebelumnya mungkin ada yang ga tau apa itu Ganglion,
Ganglion adalah sejenis tumor atau tonjolan berjenis kista pada permukaan sendi atau tendon yang bersifat jinak. Kista ganglion ini berisi material seperti agar-agar yang lengket dan transparan. Kepadatan dari ganglion bervariasi dari lunak seperti sponge sampai dengan keras seperti bola karet. Kista ganglion ini bisa berbentuk tunggal atau merupakan kumpulan dari kista-kista kecil yang bersatu pada akarnya.
Gejala Ganglion
- Terdapat tonjolan yang timbul tiba-tiba atau secara perlahan pada daerah sendi.
- Ukuran ganglion rata-rata antara 1-3 cm.
- Ganglion dapat mengecil dan malah hilang. Tapi bila hilang suatu saat akan tumbuh lagi.
- Berkonsistensi lunak dan tidak dapat bergerak bebas.
- 35% ganglion tanpa terasa nyeri, tapi sebagian besar justru terasa nyeri yang biasanya nonstop, dan akan bertambah nyeri bila sendi digerakkan. Harus dibedakan dengan nyeri sendi karena radang.
- Bila tumbuhnya mengenai tendon, maka akan dirasakan lemas pada jari yang tendonnya ditumbuhi ganglion.
infonya dari sini
Pertama lihat benjolan ini , awalnya aku kira cuma benjol biasa yang diakibatkan terbentur sesuatu, tapi beberapa hari selanjutnya benjolnya tidak menghilang juga padahal sudah dilakukan penanganan pertama seperti diolesin balsem, minyak kayu putih bahkan diurut .
Ganglion, aku tahu nama benjolan ini setelah ada teman kantor yang kaget melihat pergelangan tanganku. Dia bercerita bahwa kemarin baru saja melihat hal ini di tv. Alhasil, aku search apa itu Ganglion. dan mulai mencari bagaimana cara menanganinya.
Parahnya, ada beberapa narasumber yang bilang Ganglion itu tidak boleh diurut / dipijat karena akan mengakibatkan kista Ganglion pecah dan menimbulkan masalah lain yang lebih serius. Waktu itu aku bener-bener ketakutan , padahal ada narasumber lain yang bilang Ganglion itu tidak berbahaya bahkan bisa hilang sendiri.
Tapi mungkin karena udah parno duluan, awal agustus aku ambil cuti untuk periksa ke dokter di jawa (tahun lalu masih kerja di Kalimantan). Ketemu dokter langsung aku ceritain kronologinya, dan didiagnosa lah Ganglion. Melihat posisi Ganglion dipergelangan tangan, dokter mengusulkan Tindakan Operasi. Aku kaget, gatau mesti gimana.Waktu itu dipikiranku cuma satu, benjolan ini lenyap dari tangan. Tapi setelah perundingan dengan pacar (yang sekarang jadi suami) akhirnya diputuskan untuk nanti aja operasi-nya. Karena nanti takutnya ribet di pesawat pas pulang ke Kalimantan.
Aku pun mengiyakan dan pulang beraktifitas seperti biasa. Sebenernya berharap juga kalo Ganglionnya lenyap sendiri - tapi takdir berkata lain.
video waktu ikut karnaval agustusan , fokus kebenjolan tangan ya. jangan ke aku sm temenku yang kegirangan naik becak *haha
Akhir September 2017, setelah melaksanakan pernikahan dan bulan madu *wehe . Aku mulai fokus lagi ke Ganglion yang aku alamin. Karena keputusan terakhir dokter adalah Tindakan Operasi, aku mulai tanya-tanya pengalaman beberapa teman yang pernah melakukan operasi di Rumah Sakit yang ada di kotaku.
Ada teman yang menyarankan untuk Tindakan Operasi dengan memakai bantuan BPJS, karena biaya akan ditanggung oleh BPJS ujarnya. apa itu BPJS ucapku, apakah sama dengan Askes? . LOL . Mungkin tahun itu aku jadi satu-satunya orang yang yang kudet *Tolong cukup aku aja, pembaca sekalian jangan.
Jadi, karena iming-iming BIAYA DITANGGUNG alias Gratis, akupun mulai mengurus pembuatan BPJS. Karena sebelumnya aku ditanggung Askes, pembuatan BPJS jadi mudah karena tinggal rubah data. Tanggal 29 September 2017 mengurus kartu sehat dikantor BPJS, tapi karena Faskes 1 ku aktifnya baru bulan depan, dan aku ingin operasi secepatnya akhirnya besoknya tanggal 30 September 2017 aku minta surat rujukan dari Puskesmas (faskes 1 waktu Askes) dan langsung ke RSUD sama pihak RS diminta datang besoknya untuk inap terlebih dahulu.
1 Oktober 2017, aku datang ke RS sekitar pukul 16.00 WITA, setelah didata oleh perawat diantar ke kamar (aku lupa kamar nomor berapa tapi aku ikut BPJS kelas 1 ),
Malamnya dokter datang untuk memeriksa aku pra-operasi, yang dijadwalkan besok jam 10.00 WITA. (dan aku lupa apa udah dipasang infus apa belum ya?) rasanya diharuskan berpuasa beberapa jam sebelum operasi.
Besoknya menjelang operasi, mulai gugup dag dig dug, oiya Dokter bilang kalo aku nanti akan di bius total, Biasanya tindakan operasi ganglion cukup di bius diarea yang akan dioperasi saja tapi karena entah ada saraf yang susah dipergelangan tangan atau gimana aku kurang paham. jadi diputuskan bius total.
Detik demi detik berlalu, berganti menit dan jam. Ternyata ada satu dua hal yang bikin Jadwal operasiku diundur sampai jam 14.00 WITA (disini mama udah ngomel-ngomel nyalahin everything). ok. pas tiba waktunya, aku disuruh ganti baju untuk operasi, lalu diantar ke Ruang Operasi yang tidak terlalu jauh dari Kamar Inapku . Walau jarak lumayan dekat, tapi banyak tatapan orang yang seakan-akan bilang "ih kasian, mau operasi ya, masi muda, sakit apa ya, kyky sehatsehat aja". haha.
![]() |
| fasilitas kamar ya standar kasur, ac, lemari, kamar mandi dalam. |
Besoknya menjelang operasi, mulai gugup dag dig dug, oiya Dokter bilang kalo aku nanti akan di bius total, Biasanya tindakan operasi ganglion cukup di bius diarea yang akan dioperasi saja tapi karena entah ada saraf yang susah dipergelangan tangan atau gimana aku kurang paham. jadi diputuskan bius total.
![]() |
| dijenguk bentar oleh teman yang kerja disana |
iya.soalnya aku sempat dandan dan alisan dulu.wkk *entah dimana foto selfieku wkt itu
Tiba diruang operasi yang serbaaaaa dingin dan putih, terus terang aku langsung kosong. Apalagi denger suara pendeteksi jantung yang tit.tit.tit itu. Aku pun diarahin perawat untuk naik ke ranjang yang er mungkin itu disebut Alat operasi diatasnya ada lampu dan tangan kanan dan kiri ku mulai dijamah . Ada sekitar 5 orang di Ruang operasi itu termasuk aku, 1 dokter 3 orang perawatnya dan 1 pasien .
Adegan dimulai dengan satu orang perawat mulai memasangkan alat bantu nafas dihidungku . 'Bernafas yang normal aja ya, dihembus lepaskan kayak biasa aja' ujarnya. Mungkin karena gugup malah cara bernafas ku jadi aneh. Ia pun mulai mengajak aku bicara entah aku lupa sepertinya basa basi dan entah bagaimana itu membuat tenang, disisi lain dokter dan 2 orang perawatnya mulai membasahi tangan kiri ku dengan alkohol (mungkin?) , karena setelah satu perawat menyuntikkan sesuatu ke infusku aku sudah tidak ingat apa-apa lagi.
Aku dibius. dan ketika aku terbangun , aku berada di Kamar Inap ku.
Aku seperti orang mabuk, kata mama. Bangun tapi tak sadar, membuka mata bicara meranyau lalu tertidur lagi. bangun tertidur begitu terus sampe maghrib .haha
Setelah sadar total, akupun makan dan perawat sekali lagi memeriksa (atau entah ini kali keberapa ia datang kekamarku). Mama pun bertanya apa bisa pulang malam ini, tapi ternyata tidak bisa karena dokter akan memeriksa kondisi ku pasca operasi.
![]() |
| aku - kosong - |
Keesokkan harinya, akupun sudah diperbolehkan pulang dan akan ada penanganan pasca operasi seperti ganti perban dan pembersihan luka beberapa kali. dan okelah, rasanya setelah pulang kerumah baru terasa sakit cenat cenutnya hha.
Jadi itulah pengalamanku Operasi Ganglion yang gratis karena sepenuhnya dari periksa,obat,sampai biaya operasi ditanggung oleh BPJS . (parkir RS doang siy yg bayar) wkk.
dan hari ini. tepat setahun (kan dari juli ke juli) pasca operasi, Ganglion ku muncul lagi didekat luka bekas operasi. ugh. aku belum periksa ke dokter tapi dari lubuk hati aku enggan sebenarnya bila melakukan operasi lagi :(
gimana teman teman?
ada saran?







0 comments:
Post a Comment