Saturday, March 6, 2010

The Great Queen Seon Deok Episode 55-58

The Great Queen Seon Deok Episode 55
55.jpg (41 KB)
Kekuatiran yang disampaikan Wolya (Joo Sang-wook) masuk akal, Ratu Seon Deok (Lee Yo-won) maupun keturunannya belum tentu bakal terus memegang janji untuk bisa menerima keturunan Gaya sebagai bagian dari Shilla.

Ketika suasana hatinya tengah gundah, Ratu Seon Deok kembali mendapat tekanan dari Bidam (Kim Nam-gil) untuk segera menindak Yushin (Uhm Tae-woong) yang dianggap sebagai pemberontak. Sang ratu sadar bahwa dibalik ucapan Bidam tersembunyi niat lain, ia langsung membalikkan perkataan pria itu hingga tidak bisa bicara apa-apa lagi. Tak lama kemudian, giliran anak buah Yushin yang muncul dan meminta supaya Ratu Seon Deok mau mengampuni panglima mereka.

Saat keadaan semakin rumit, lagi-lagi Chunchu (Yoo Seung-ho) muncul dengan nasehat briliannya. Kembali mengatakan bahwa menyatakan Yushin sebagai musuh Shilla hanya akan membuat kekuasaan Bidam semakin besar, Chunchu menyebut bahwa keputusan hanya bisa diambil setelah Yushin menentukan langkah yang akan diambilnya : menetap bersama Beokyahwei atau kembali ke Shilla dan menyerah sebagai tawanan.

Setelah memantapkan diri, Ratu Seon Deok akhirnya menggelar rapat bersama para bangsawan. Belum sempat memberi keputusan, tiba-tiba Alcheon (Lee Seung-hyo) muncul dan memberitahu bahwa ada sebuah kejadian besar di pintu masuk istana : Yushin telah kembali.

Langsung mendatangi tempat dimana Yushin tengah berlutut, Ratu Seon Deok memerintahkan para prajurit untuk meringkus sang jendral. Setelah itu, Ratu Seon Deok membalikkan tubuhnya sambil tersenyum simpul tanpa dilihat oleh siapapun juga. Kepercayaannya terhadap sosok Yushin ternyata tidak salah.

Oleh Bidam, Yushin dijebloskan kedalam sel untuk diinterogasi. Proses interogasi terhenti oleh kemunculan Ratu Seon Deok, yang meminta waktu untuk bicara empat mata dengan Yushin. Untuk kesekian kalinya, Yushin kembali memohon agar sang ratu tidak menelantarkan bangsa Gaya.

Di hadapan para bangsawan, Ratu Seon Deok melontarkan keputusan mengejutkan : Yushin diasingkan. Keruan saja banyak bangsawan khususnya mereka yang berpihak pada Yushin protes, namun sang ratu tetap pada keputusannya dan meminta para perwira untuk memfokuskan perhatian mereka membongkar gerakan Bokyahwei.


The Great Queen Seon Deok Episode 56

56_6.jpg (41 KB)
Semua rencana Bidam (Kim Nam-gil) dan kroni-kroninya untuk menggoyang kabinet buyar ketika Ratu Seon Deok (Lee Yo-won) mengumumkan rencana pergeseran sejumlah posisi, sang ratu malah menunjuk Chunchu (Yoo Seung-ho) dan Kim Seohyeon (Ju Sung-mo) untuk menduduki posisi strategis. Yang menyakitkan, biro pimpinan Bidam kini malah harus melapor ke Kim Yongchun (Do Yi-sung) yang berposisi sebagai perdana menteri.

Keruan saja, Bidam yang merasa dibohongi protes dan kembali mempertanyakan keputusan Ratu Seon Deok yang begitu merugikan pihaknya. Meski Bidam mengaku kalau pengabdiannya tulus, namun Ratu Seon Deok juga sadar bahwa pria tersebut berniat menggunakan dirinya untuk meraih kekuasaan. Sempat dipeluk Bidam, dengan suara tegas Ratu Seon Deok mengatakan bahwa selama dirinya berkuasa, maka ia akan menyingkirkan semua kepentingan pribadi.

Ditemani oleh anak buahnya, Yeomjong bertolak ke Usan dengan satu tujuan : menghabisi Yushin. Namun saat sampai ke tempat pengasingan sang jendral, yang ditemuinya hanyalah sebuah gubuk kosong. Rupanya, Ratu Seon Deok menggunakan alasan pengasingan sebagai samaran bagi tugas Yushin yang sebenarnya yaitu menyelidiki kondisi kerajaan Baekje.

Begitu kembali ke Seorabol, Yeomjong langsung melaporkan temuannya pada Bidam. Apes baginya, Bidam langsung bisa mencium kalau pria yang berprofesi sebagai mata-mata itu menyimpan niat buruk. Saat dikonfrontir, Yeomjong sambil tertawa licik mengungkapkan rencananya membunuh Yushin. Pikiran Bidam langsung bergerak cepat, siapa yang menjadi dalang lenyapnya Yushin : Wolya atau...Ratu Seon Deok?

Dengan menyamar sebagai kurir, Yushin yang ditemani oleh Goksaheun (Jun Young-bin) dan Imjong (Kang Ji-hoo) berhasil menyusup masuk ke perkemahan Baekje yang dikomandani dua jendral terbaiknya Gyebaek dan Yoonchung. Sikap Yushin yang tidak seperti kurir pada umumnya memancing kecurigaan, namun untungnya sang jendral bisa berulang kali lolos dari jebakan.

Sepandai-pandainya tupai melompat pada akhirnya akan jatuh juga, hal itu dialami Yushin. Karena salah mengambil gulungan kertas, kedoknya terbongkar. Saat posisi genting, tiba-tiba muncul Wolya dan Seolji serta pasukan Bokyahwei sebagai penyelamat sehingga Yushin dan rekan-rekannya bisa lolos.

Bisa dibayangkan, bagaimana kecewanya Wolya dan Seolji saat Yushin yang sudah diselamatkan tetap menolak bergabung. Dengan suara mantap, sang jendral menyebut bahwa sebagai orang Gaya, yang harus dilakukan adalah memastikan bangsanya tidak akan ditindas lagi dan bakal diperlakukan sama dengan rakyat Shilla lain. Dengan suara lemah, Wolya memutuskan untuk mengakhiri pertemanannya dengan Yushin.

Begitu hendak kembali untuk melaporkan temuannya, Yushin dihadang pasukan pimpinan Bojong (Baek Do-bin) dan langsung diseret ke hadapan Bidam. Begitu Bojong melaporkan kalau Yushin telah ditangkap dengan tuduhan sebagai mata-mata Baekje, Ratu Seon Deok tidak bisa lagi menahan kemarahannya.


The Great Queen Seon Deok Episode 57
57.jpg (41 KB)
Di markas dewan keamanan, Yushin (Uhm Tae-woong) terus berusaha meyakinkan Bidam kalau pihak Baekje bakal menyerang benteng Daeya dengan menggunakan mata-mata. Namun bukannya langsung bertindak, Bidam malah mengolok-olok Yushin dengan menyebut bahwa yang harus dikuatirkan sang jendral adalah keselamatannya.

Kemunculan Yeomjong membuat wajah Bidam berubah, yang kemudian disusul oleh para kroninya yang sangat kaget saat tahu Ratu Seon Deok (Lee Yo-won) ternyata memberi perintah rahasia pada Yushin. Namun Bidam masih punya satu kartu as : ia tidak memberitahu sang ratu kalau Yushin kepergok tengah dua pentolan Bokyahwei alias pemberontak Gaya.

Setelah mengirim pasukan untuk melindungi benteng Daeya, Ratu Seon Deok dikonfrontir oleh Bidam, yang mempertanyakan keputusan sang junjungan mengirim Yushin yang notabene telah dicap sebagai penjahat. Namun, dengan tangkas Ratu Seon Deok membalikkan pertanyaan dengan balik bertanya mengapa Bidam tidak percaya akan keputusannya yang jauh dari kesan subyektif.

Sambil menatap tajam, Bidam menyebut bakal menjelaskan alasannya di kemudian hari. Di kediamannya, para anggota dewan seperti Seolwon (Jun Noh-min), Misaeng (Jung Woong-in), dan Hajong (Kim Jung-hyun) mendesak agar Bidam membeberkan kalau Yushin kedapatan tengah bersama Wolya (Joo Sang-wook) dan Seolji (Jung Ho-geun). Namun dengan tersenyum licik, Bidam membeberkan alasannya sambil mengatakan tengah menunggu saat yang tepat.

Di markas para pemberontak Gaya alias Bokyahwei, Wolya terus memikirkan perkataan terakhir Yushin. Muncul untuk melaporkan soal inovasi busur baru yang sukses, Seolji mengingatkan kembali soal bangsa Gaya yang telah ditindas selama puluhan tahun.

Setelah mengerahkan pasukan, ternyata tidak ada mata-mata seperti yang diberitahu Yushin di benteng Daeya. Kabar tersebut membuat Ratu Seon Deok terkejut, dan tekanan dari para bangsawan untuk menghukum Yushin semakin kuat. Apalagi di tengah rapat, Bidam muncul sambil membeberkan fakta kalau Yushin sempat bertemu Wolya dan Seolji saat menyusup ke Baekje.

Setelah rapat selesai, Ratu Seon Deok langsung membentak Bidam yang terus berkelit saat ditanya soal Yushin. Ia sadar bahwa satu-satunya alasan kenapa Bidam tidak menceritakan pertemuan Yushin dengan Wolya dan Seolji adalah untuk menekan posisi sang jendral pada saat yang tepat. Saat tengah dipusingkan oleh masalah tersebut, tiba-tiba muncul ide brilian dari Chunchu (Yoo Seung-ho).

Bidam kembali mendatangi Ratu Seon Deok sambil mengatakan bahwa bila diperintahkan, ia siap menyelamatkan Yushin. Tapi sang ratu dengan jeli mampu menebak bayaran apa yang harus diberikan : pernikahan. Bidam yang mati kutu langsung terdiam, dan mendatangi sel Yushin. Disana, Bidam yang berusaha memprovokasi Yushin mulai sadar kalau pria itu tidak berbohong demi melihat dedikasi dan tatapannya yang berkobar-kobar.

Begitu ada kesempatan, Seolwon menghadap Ratu Seon Deok sambil menasehatinya soal Bidam. Di istana, tekanan untuk menghukum mati Yushin semakin kuat dari para bangsawan. Di sisi lain, para hwarang dan orang-orang yang setia pada Yushin terus memohon pengampunan. Hal ini membuat posisi Ratu Seon Deok serba sulit, apalagi Jukbang (Lee Moon-shik) yang biasanya jarang berkomentar juga mendukung pengampunan Yushin.


The Great Queen Seon Deok Episode 58
58_2.jpg (40 KB)
Setelah mengirim Bojong (Baek Do-bin) ke benteng Daeya, Bidam (Kim Nam-gil) menghadap Ratu Seon Deok (Lee Yo-won). Tidak disangka-sangka, Ratu Seon Deok menanyakan apakah Bidam jatuh cinta pada dirinya. Sempat menunduk, Bidam akhirnya menjawab YA.

Pembicaraan keduanya terpotong oleh kedatangan Yeomjong, yang mengabarkan kalau prajurit Baekje telah menyerang benteng Daeya. Perkiraan yang pernah disampaikan Yushin (Uhm Tae-woong) tidak salah, ada pengkhianat di dalam benteng yang membukakan pintu gerbang sehingga prajurit Baekje berhasil masuk tanpa kesulitan berarti.

Dengan cepat, Ratu Seon Deok menggelar rapat bersama para bangsawan. Tiba-tiba Bidam muncul, dan mengusulkan supaya pasukan pimpinan Yushin dikerahkan ke medan perang. Sontak terjadi pertentangan, pasalnya Yushin sendiri telah didakwa sebagai kriminal. Bidam ternyata telah menyiapkan strategi yang matang, ia menyodorkan satu nama sebagai pemimpin pasukan yang baru : Seolwon (Jun Noh-min).

Dengan gagah, Seolwon masuk ke balairung istana, berlutut di hadapan Ratu Seon Deok, sambil berikrar tidak akan kembali dengan selamat bila gagal menyelamatkan benteng Daeya. Penunjukan tersebut langsung ditentang oleh anak buah Yushin, namun Yushin langsung mengingatkan para bawahannya untuk memberitahu Seolwon agar mewaspadai Baekje yang persenjataan dan strateginya telah berkembang pesat.

Rupanya, Yushin sadar betul bahwa memiliki pengalaman segudang, Seolwon selama beberapa tahun belakangan hampir tidak pernah terjun ke medan perang lagi. Sementara itu di istana, Bidam telah menyusun strategi matang di pos-pos strategis Shilla untuk menangkal serangan Baekje sambil berikrar siap menyelamatkan Ratu Seon Deok, Shilla, dan rakyatnya.

Saat bicara dengan Ratu Seon Deok, Seolwon meminta supaya dirinya ditunjuk sebagai pemimpin militer bila misinya menaklukkan Baekje sukses. Mengaku apa yang dilakukannya adalah demi cita-cita menyatukan tiga kerajaan, Seolwon juga meminta supaya Ratu Seon Deok mau menikahi Bidam.

Hanya Bojong yang tahu bahwa Seolwon kerap merasakan sakit di bagian dadanya. Dinasehati sang putra untuk tidak terlalu menuruti permintaan terakhir Mishil, Seolwon yang memang prajurit sejati hanya tersenyum sambil mengatakan bahwa dirinya sangat bergairah menghadapi perang melawan Baekje. Percaya bakal memenangkan pertarungan, Seolwon menyebut bahwa meski hebat, Yoongchun jendral Baekje tidak akan mampu menyamai prestasinya di medan perang.

Tanpa diketahui siapapun, Seolwon menyempatkan diri berdoa di depan altar Mishil. Seolwon bergumam kalau Bidam sangat mirip dengan sang junjungan yang telah meninggal karena bunuh diri dan dengan mata berkaca-kaca, sang mantan jendral besar bakal memenuhi permintaan terakhir sang penjaga segel agar Bidam bisa berkuasa sambil mengaku kalau dirinya sangat kehilangan sosok Mishil.

Keesokan harinya, dengan gagah Seolwon dan pasukannya berangkat ke benteng Daeya. Untuk menjaga kemungkinan terburuk, Ratu Seon Deok memerintahkan Jukbang (Lee Moon-shik) untuk mengecek ulang laporan yang pernah diberikan Yushin tentang kekuatan kerajaan Baekje. Tidak cuma itu, sang ratu ternyata juga memberi tugas baru pada Jukbang.

Dengan bantuan Shantak (Kang Sung-pil), Jukbang akhirnya bisa menyusup masuk ke penjara untuk bertemu Changi, mantan anak buah Yushin yang juga keturunan bangsa Gaya. Oleh Changi, Jukbang diajari bahasa sandi yang kerap digunakan bangsa Gaya untuk saling berhubungan. Berbekal pengetahuan tersebut, Jukbang mengirim sandi yang ditujukan pada Bokyahwei alias pemberontak Gaya pimpinan Wolya (Joo Sang-wook).

cr:indosiar.com

0 comments:

Post a Comment